Jumat, 08 September 2017

makalah konsep dasar evaluasi

KONSEP DASAR EVALUASI
MAKALAH
Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu TugasMata Kuliah Evaluasi Belajar
Dosen Pengampu : Widia Nurjanah, M.Pd



Disusun Oleh :
1.      As’ari                                      (120641077)
2.      Dede Maulana                                    (120641101)
3.      Hendra Suhendra                   (120641098)
4.      Mochammad Agung Triana   (120641102)
5.      Nurmansyah                           (120641092)
Kelas E-3

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH CIREBON
2013     

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR............................................................................................. i
DAFTAR ISI........................................................................................................... 1
BAB I PENDAHULUAN....................................................................................... 2
A.    LATAR BELAKANG................................................................................ 2
B.     RUMUSAN MASALAH............................................................................ 3
C.     TUJUAN PENULISAN.............................................................................. 3

BAB II PEMBAHASAN....................................................................................... 4

A.    ARTI, PENILAIAN DAN PENGUKURAN EVALUASI...................... 4
B.     TUJUAN DAN FUNGSI EVALUASI BELAJAR.................................. 7
C.     KEDUDUKAN EVALUASI DALAM PEMBELAJARAN.................. 10
D.    RUANG LINGKUP EVALUASI PEMBELAJARAN.......................... 12
E.     PRINSIP UMUM EVALUASI................................................................ 16
F.      JENIS-JENIS EVALUASI PEMBELAJARAN...................................... 18

BAB III PENUTUP.............................................................................................. 21

A.    KESIMPULAN......................................................................................... 21
B.     SARAN..................................................................................................... 21
DAFTAR PUSTAKA........................................................................................... 22





BAB I
PENDAHULUAN
A.    LATAR BELAKANG MASALAH
Evaluasi merupakan subsistem yang sangat penting dan sangat di butuhkan dalam setiap sistem pendidikan, karena evaluasi dapat mencerminkan seberapa jauh perkembangan atau kemajuan hasil pendidikan. Dengan evaluasi, maka maju dan mundurnya kualitas pendidikan dapat diketahui, dan dengan evaluasi pula, kita dapat mengetahui titik kelemahan serta mudah mencari jalan keluar untuk berubah menjadi lebih baik ke depan.Tanpa evaluasi, kita tidak bisa mengetahui seberapa jauh keberhasilan siswa, dan tanpa evaluasi pula kita tidak akan ada perubahan menjadi lebih baik, maka dari itu secara umum evaluasi adalah suatu proses sistemik umtuk mengetahui tingkat keberhasilan suatu program. Evaluasi pendidikan dan pengajaran adalah proses kegiatan untuk mendapatkan informasi data mengenai hasil belajar mengajar yang dialami siswa dan mengolah atau menafsirkannya menjadi nilai berupa data kualitati atau kuantitati sesuai dengan standar tertentu. Hasilnya diperlukan untuk membuat berbagai putusan dalam bidang pendidikan dan pengajaran.

Fungsi Evaluasi Pendidikan. Sangat diperlukan dalam pendidikan antara lain memberi informasi yang dipakai sebagai dasar untuk : 1. Membuat kebijaksanaan dan keputusan. 2. Menilai hasil yang dicapai para pelajar. 3.  Menilai kurikulum. 4. Memberi kepercayaan kepada sekolah. 5. Memonitor dana yang telah diberikan. 6. Memperbaiki materi dan program pendidikan. Hasil evaluasi yang didapat sampai sekarang tentang dunia pendidikan Nasional kita cukup memperihatinkan, tidak hanya dalam segi kualitas tapi juga kegagalan dalam membentuk karakter building generasi muda bangsa. Pendidikan menjadi tanggung jawab semua pihak, dimana tujuan pendidikan adalah memanusiakan manusia. membentuk SDM yang berkualitas. Namun sayang kebijakan pendidikan yang ada sampai sekarang masih jauh dari harapan.


B.     RUMUSAN MASALAH

Berdasarkan latar belakang diatas, maka yang menjadi rumusan masalahnya adalah, sebagai berikut:
1.      Apakah pengertian, penilaian dan pengukuran Evaluasi?
2.      Apa tujuan dan fungsi Evaluasi?
3.      Bagaimana kedudukan evaluasi dalam pembelajaran?
4.      Apa saja ruang lingkup evaluasi?
5.      Apa saja prinsip umum evaluasi?
6.      Apa saja jenis-jenis evaluasi?

C.    TUJUAN PENULISAN

Berdasarkan Rumusan Masalah di atas maka Tujuan dari penulisan makalah ini adalah, sebagai berikut:
1.      Mengetahui Pengertian, Penilaian dan Pengukuran Evaluasi
2.      Mengetahui Tujuan dan Fungsi Evaluasi
3.      Mengetahui Kedudukan Evaluasi dalam pembelajaran
4.      Mengetahui Ruang Lingkup Evaluasi
5.      Mengetahui Prinsip umum Evaluasi
6.      Mengetahui Jenis-jenis Evaluasi














BAB II
PEMBAHASAN

A.    PENGERTIAN, PENILAIAN DAN PENGUKURAN EVALUASI
1.      Pengertian Evaluasi
Istilah evaluasi berasal dari bahasa Inggris yaitu Evaluation yang artinya penilaian. Evaluasi memiliki banyak arti yang berbeda, menurut Wang dan Brown dalam buku yang berjudul Essentials of Educational Evaluation, dikatakan bahwa “Evaluation refer to the act or process to determining the value of something”, artinya “evaluasi adalah suatu tindakan atau suatu proses untuk menentukan nilai daripada sesuatu”. Sesuai dengan pendapat tersebut maka evaluasi pendidikan dapat diartikan sebagai tindakan atau suatu proses untuk menentukan nilai segala sesuatu dalam dunia pendidikan atau segala sesuatu yang ada hubungannya dengan dunia pendidikan.
Menurut Benyamin S. Bloom Evaluasi merupakan “Handbook on formative and summative evaluation of student learning”, yang artinya Evaluasi adalah pengumpulan bukti-bukti yang cukup untuk dijadikan dasar penetapan ada tidaknya perubahan yang terjadi pada anak didik. Jadi, kita sebagai guru harus yakin bahwa pendidikan dapat membawa perubahan pada diri siswa.
Sedangkan Evaluasi menurut Cross adalah “Evaluation is a process which determines the extent to which objectives have been achieved”, yang artinya Evaluasi merupakan proses yang menentukan kondisi, di mana suatu tujuan telah dapat dicapai. Definisi ini menerangkan secara langsung hubungan evaluasi dengan tujuan suatu kegiatan yang mengukur derajat dari mana suatu tujuan dicapai.
Dari ketiga pengertian tersebut, dapat disimpulkan bahwa Evaluasi adalah proses menentukan nilai suatu objek tertentu berdasarkan suatu kriteria tertentu, di mana objeknya adalah hasil belajar siswa dan kriterianya adalah ukuran ( sedang, rendah, tingginya ).


2.      Penilaian Evaluasi

Penilaian adalah proses sistematis meliputi pengumpulan informasi (angka atau deskripsi verbal), analisis, dan interpretasi untuk mengambil keputusan. Sedangkan penilaian pendidikan adalah proses pengumpulan dan pengolahan informasi untuk menentukan pencapaian hasil belajar peserta didik.Untuk itu, diperlukan data sebagai informasi yang diandalkan sebagai dasar pengambilan keputusan. Dalam hal ini, keputusan berhubungan dengan sudah atau belum berhasilnya peserta didik dalam mencapai suatu kompetensi. Jadi, penilaian merupakan salah satu pilar dalam pelaksanaan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) yang berbasis kompetensi.
Penilaian merupakan suatu proses yang dilakukan melalui langkah-langkah perencanaan, penyusunan alat penilaian, pengumpulan informasi melalui sejumlah bukti yang menunjukkan pencapaian hasil belajar peserta didik, pengolahan, dan penggunaan informasi tentang hasil belajar peserta didik.
Penilaian dilaksanakan melalui berbagai bentuk antara lain: penilaian unjuk kerja (performance), penilaian sikap, penilaian tertulis (paper and pencil test), penilaian proyek, penilaian melalui kumpulan hasil kerja/karya peserta didik (portfolio), dan penilaian diri. Penilaian hasil belajar baik formal maupun informal diadakan dalam suasana yang menyenangkan, sehingga memungkinkan peserta didik menunjukkan apa yang dipahami dan mampu dikerjakannya. Hasil belajar seorang peserta didik tidak dianjurkan untuk dibandingkan dengan peserta didik lainnya, tetapi dengan hasil yang dimiliki peserta didik tersebut sebelumnya.  Dengan demikian peserta didik tidak merasa dihakimi oleh guru tetapi dibantu untuk mencapai apa yang diharapkan.
Penilaian menurut Arikunto, merupakan proses pembuatan keputusan terhadap sesuatu ukuran baik buruk yang besifat kualitatif. Seperti telah dikemukakan sebelumnya, bahwa penilaian merupakan kelanjutan dari kegiatan pengukuran untuk menafsirkan angka sebagai ukuran nilai. Kegiatan pengukuran dilakukan apabila penilaian memerlukannya, dan pengukuran tidak perlu dilakukan apabila penilaian tidak memerlukannya.Setelah kita memahami apa yang dimaksudkan dengan penilian dan pengukuran dari uraian diatas barulah kita bias memunculkan definisi evaluasi secara umum.Evaluasi adalah kegiatan pengumpulan data untuk mengukur dan memberikan penilaan sehingga dari pengukuran dan penilaian tersebut dapat mengetahui sejauh mana tujuan yang diinginkan dapat tercapai.

3.      Pengukuran Evaluasi

Perlu dijelaskan di sini bahwa evaluasi tidak sama artinya dengan pengukuran ( measurement ), Wand dan Brown mengatakan bahwa “Measurement means the act or process of axestaining the extent or quantity of something” yang artinya pengukuran adalah suatu tindakan atau proses untuk menentukan luas atau kuantitas daripada sesuatu.
Dari definisi antara evaluasi dengan pengukuran, maka dapat diketahui dengan jelas perbedaan antara penilaian dan pengukuran. Walaupun ada perbedaan antara pengukuran dan penilaian, namun kedua hal tersebut tidak bisa dipisahkan karena antara pengukuran dan penilaian terdapat hubungan yang sangat erat. Sebab untuk dapat mengadakan penilaian yang tepat terhadap sesuatu terlebih dahulu harus didasarkan atas pengukuran-pengukuran. Misalnya untuk menilai apakah seseorang dapat membaca dengan lancer atau tidak, maka perlu kita mengukur berapa jumlah kata-kata yang dibacanya dalam satu menit, berapa kesalahan-kesalahan yang dibuatnya, dan sebagainya.
Pengukuran adalah kegiatan yang dilakukan untuk mengukur sesuatu, misalnya suhu badan dengan ukuran berupa termometer hasilnya 360 celcius, 380 celcius, 390 dan seterusnya. Dari contoh tersebut dapat dipahami bahwa pengukuran bersifat kuantitatif. Penilaian berarti menilai sesuatu, sedangkan menilai adalah mengambil keputusan terhadap sesuatu dengan mendasarkan diri atau berpegang pada ukuran baik atau buruk, sehat atau sakit, pandai atau bodoh. Apa yang membedakan dengan evaluasi. Yang membedakannya adalah bahwa evaluasi mencakup aspek kualitatif dan aspek kuantitatif. Dengan demikian, berdasarkan pengertian yang telah dikemukan di atas dapat disimpulkan bahwa evaluasi secara umum adalah suatu proses untuk mendiagnosis kegiatan belajar dan pembelajaran.

B.     TUJUAN DAN FUNGSI EVALUASI

1.      Tujuan Evaluasi
Tujuan utama  melakukan evaluasi dalam pendidikan adalah untuk mendapatkan informasi yang akurat mengenai pencapaian tujuan instruksional oleh siswa, sehingga dapat diupayakan tindak lanjutnya yang merupakan fungsi dari evaluasi.
Selain itu juga ada beberapa tujuan evaluasi yaitu sbb :
a.        Menilai ketercapaian tujuan.
Ada keterkaitan antara tujuan belajar, metode evaluasi, dan cara belajar siswa. Cara evaluasi biasanya akan menentukan cara belajar siswa, sebaliknya tujuan evaluasi akan menentukan metode evaluasi yang digunakan oleh seorang guru.
b.        Mengukur macam-macam aspek pelajaran yang bervariasi.
Belajar dikategorikan sebagai kognitif, afektif, dan psikomotorik. Batasan tersebut umumnya dikaitak sebagai pengetahuan, keterampilan, dan nilai. Semua tipe belajar sebaiknya dievaluasi dalam proporsi yang tepat. Jika guru menyatakan proporsi sama maka siswa dapat menekankan dalam belajar dengan proporsi yang digunakan guru dalam mengevaluasi sehingga mereka dapat menyesuaikan dalam belajar. Guru memilih sarana evaluasi pada umumnya sesuai dengan tipe tujuan. Proses ini menjadikan lebih mudah dilaksanakan, jika seorang guru menyatakan tujuan dan merencanakan evaluasi secara berkaitan.
c.       Memotivasi belajar siswa.
Evaluasi jyga harus dapat memotivasi belajar siswa. Guru harus menguasai bermacam-macam teknik memotivasi, tetapi masih sedikit di antara guru-guru yang mengetahui teknik motivasi yang berkaitan dengan evaluasi. Dari penelitian menunjukkan bahwa evaluasi memotivasi belajar siswa sesaat memang betul, tetapi untuk jangka panjang masih diragukan, Hasil evaluasi menstimulasi tindakan siswa. Rating hasil evaluasi yang baik dapat menimbulkan semangat atau dorongan untuk meningkatkan atau mempertahankannya yang akhirnya memotivasi belajar siswa secara kontinu.
d.       Menjadikan hasil evaluasi sebagai dasar perubahan kurikulum.
Keterkaitan evaluasi dengan instruksional adalah sangat erat. Hal ini karena evaluasi merupakan bagian dari instruksional. Di samping itu, antara instruksional dengan kurikulum saling berkaitan. Beberapa guru seringkali mengubah prosedur evaluasi dan metode mengajar yang menurut mereka penting dan cocok, perubahan itu akan tepat, jika memang didasarkan pada hasil evaluasi secara luas.
e.        Menentukan tindak lanjut hasil penilaian.
Yakni melakukan perbaikan dan penyempurnaan dalam hal program pendidikan dan pengajaran serta strategi pelaksanaannya. Kegagalan para siswa dalam hasil belajar yang dicapainya hendaknya tidak dipandang sebagai kekurangan pada diri siswa semata-mata, tetapi juga bias disebabkan oleh kesalahan strategi dalam melaksanakan program pengajaran. Misalnya kekurangtepatan dalam memilih metode dan alat bantu mengajar.

2.      Fungsi Evaluasi

Dengan mengetahui tujuan evaluasi ditinjau dari berbagai segi dalam sistem pendidikan, maka dengan cara lain dapat dikatakan bahwa fungsi evaluasi ada beberapa hal :

a.      Evaluasi berfungsi selektif
Dengan mengadakan evaluasi guru dapat mengadakan seleksi pada siswanya dengan tujuan memilih siswa yang dapat diterima disekolah tertentu, untuk memilih siswa yang dapat naik ke kelas, untuk memilih siswa yang seharusnya mendapat beasiswa, atau untuk memilih siswa yang sudah berhak lulus.
b.     Evaluasi berfungsi diagnostik.
Apabila alat yang digunkan dalam evaluasi cukup memenuhi persyaratan, maka dengan melihat hasilnya, guru akan dapat mengetahui kelemahan siswa, dan sebab-sebab kelemahan siswa.
c.     Evaluasi berfungsi sebagai penempatan.
Untuk dapat menetukan dengan pasti dikelompok mana seorang siswa harus ditempatkan maka digunkanlah suatu kegiatan evaluasi.Sekelompok siswa yang mempunyai hasil evaluasi yang sama, akan berada dalam kelompok yang sama dalam belajar.
d.      Evaluasi berfungsi sebgai pengukuran keberhasilan.
Fungsi ini dimaksudkan untuk mengetahui sejauh mana suatu program berhasil diterapkan.Keberahasilan program ditentukan oleh bebrapa factor yaitu factor guru, metode mengajar, kurikulum, sarana, dan system kurikulum.
Evaluasi dalam bidang pendidikan dan pengajaran mempunyai berbagai fungsi sebagai berikut:
a.       Alat untuk mengetahui tercapai atau tidaknya tujuan instruksional.
Dengan adanya evaluasi, kita dapat mengetahui apakah tujuan instruksional kita sudah tercapai atau belum. Kalau belum dicari faktor penghambat tercapainya tujuan tersebut kemudian dicari jalan keluar untuk mengatasinya. Di mana tujuan instruksional dari evaluasi adalah perubahan-perubahan pada diri siswa.
b.    Umpan balik bagi perbaikan proses belajar-mengajar. Perbaikan mungkin dilakukan dengan hal tujuan instruksional, kegiatan belajar siswa, strategi mengajar guru, dll yang biasanya berpengaruh terhadap hasil belajar siswa.
c.      Dasar dalam menyusun laporan hasil belajar siswa kepada para orang tuanya.
Isi laporan hasil belajar siswa di dapat dari bahan-bahan evaluasi yang mencakup kemampuan dan kecakapan belajar siswa dalam berbagai bidang studi dalam bentuk nilai=nilai prestasi yang dicapainya.
d.      Sebagai alat seleksi. Untuk mendapatkan calon-calon yang paling cocok untuk suatu jabatan atau suatu jenis pendidikan tertentu, maka perlu diadakan seleksi bagi para calon-calonnya. Hasil evaluasi yang dilaksanakan dapat memberikan gambaran yang cukup jelas mana-mana calon yang paling memenuhi syarat untuk jenis jabatan atau untuk jenis pendidikan tersebut.
e.      Sebagai bahan-bahan informasi apakah anak-anak tersebut harus mengulang pelajaran atau tidak. Apabila berdasarkan hasil evaluasi dari sejumlah bahan pelajaran yang kita berikan pada seorang anak telah memenuhi syarat minimal untuk melanjutkan pelajaran maka anak-anak tersebut dapat melanjutkan ke materi selanjutnya, tetapi jika tidak memenuhi syarat minimal tersebut. Maka anak-anak tersebut harus mengulang pelajaran.
f.      Sebagai bahan informasi dalam memberikan bimbingan tentang jenis pendidikan yang cocok terhadap anak tersebut. Dengan evaluasi yang kita laksanakan dapat kita ketahui segala potensi yang dimiliki oleh anak. Berdasarkan potensi-potensi yang dimiliki oleh seorang anak dapat diramalkan jurusan apakah yang paling cocok untuk anak-anak tersebut di kemudian hari. Dengan jalan ini, dapatlah dihindari adanya salah pilih dalam penentuan jurusan. Dan dengan demikian dapat pula dihindari pembuangan biaya yang sia-sia karena pilihan yang tidak tepat.

C.     KEDUDUKAN EVALUASI DALAM PEMBELAJARAN
Proses pendidikan merupakan proses pemanusiaan manusia, dimana di dalamnua terjadi proses membudayakan dan memberadapkan manusia. Agar terbentuk manusia yang berbudaya dan beradab, maka diperlukan transformasi kebudayaan dan peradaban. Masukan dalam proses pendidikan adalah siswa dengan segala karakteristik dan keunikannya.
Untuk memastikan karakteristik dan keunikan siswa yang akan masuk dalam transformasi, diperlukan evaluasi terhadap masukakan. Tranformasi dalam proses pendidikan adalah proses untuk membudayakan dan memberadabkan siswa. Keberhasilan transformasi untuk menghasilkan keluaran seperti yang duharapakan dipengaruhi dan atau ditentukan oleh bekerjabya komponen/usur yang ada didalam lembaga pendidikan.
Unsur-unsur transformasi dalam proses pendidikan meliputi :
1.         Pendidikan dan Personal Lainya
2.         Isi Pendidikan
3.         Teknik
4.        System Evaluasi
5.         Sarana Pendidikan
6.          System Administrasi
Untuk  mengetahui efesiensi dan efektivitas transformasi dalam proses pendidikan perlu dilaksanakan evaluasi terhadap bekerjanya unsure-unsur transformasi. Keluaran dalam proses pendidikan adalah siswayang semakin berbudaya dan beradap sesuai dengan tujuan yang ditatapkan. Umpan balik dalam proses pendidikan adalah segala informasi yang berhasil diperoleh selama proses pendidikan yang digunakan sebagai badan pertimbangan untuk perbaikan masukan dan transformasi yang ada dalam proses. Adanya umpan balik yang akurat sebagai hasil evaluasi yang akurat pula, akan memudahkan kegiatan perbaikan proses pendidikan.
Apabila kita perhatikan uraian sebelumnya, kita melihat bahwa setiap unsure yang ada pada proses transformasi pendidikan membutuhkan kegiatan evaluasi. Dengan demikian jelaslah bahwa kedudukan evaluasi dalam proses pendidikan bersifat integrative. Artinya setiap ada proses pendidikan pasti ada evaluasi mulai sejak siswa akan memasuki proses pendidikan, selama proses pendidikan, dan berfikir pada satu tahap proses pendidikan.
Untuk mengetahui dan menetapkan siswa apakah sudah sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan lembaga pendidikan atau belum, diperlukan juga kegiatan evaluasi. Sehingga dengan adanya evaluasi tersebut juga akan dihasilkan umpan balik, yang mana maksud dari umpan balik ini adalah segala informasi yang berhasil diperoleh selama proses pendidikan yang digunakan sebagai bahan petimbangan untuk perbaikan masukan dan transformasi yang ada dalam proses.
Dimana umpan balik ini berfungsi sebagai bahan pertimbangan untuk perbaikan masukan dan transformasi yang ada dalam proses. Dari penjelasan tersebut dapat kita ketahui bahwa kedudukan evaluasi dalam pendidikan sangatlah penting, karena dalam setiap proses pendidikan memerlukan kegiatan evaluasi untuk tujuannya masing-masing.

D.    RUANG LINGKUP EVALUASI PEMBELAJARAN
Ruang lingkup evaluasi berkaitan dengan objek evaluasi itu sendiri. Jadi, jika objek tersebut tentang pembelajaran, maka semua hal yang berkaitan dengan pembelajaran menjadi ruang lingkup evaluasi pembelajaran. Ruang lingkup evaluasi pembelajaran dapat ditinjau dari berbagai perspekttif, yaitu domain hasil belajar, sistem pembelajaran, proses dan hasil belajar, serta kompetensi.
1.     Ruang lingkup evaluasi pembelajaran dalam perspektif domain hasil belajarMenurut Benyamin S. Bloom, dkk hasil belajar dapat di kelompokkan ke dalam tiga domain ,yaitu kognitif, afektif, dan psikomotor. Adapun rincian domain tersebut, antara lain:
a.      Domain kognitif (cognitive domain). domain ini memiliki enam jenjang kemampuan, yaitu:
1)  Pengetahuan (knowledge) yaitu jenjang kemampuan yang menuntut siswa mengetahui adanya konsep, fakta atau istilah tanpa harus mengerti atau dapat menggunakannya. Kata kerja yang dapat di gunakan, antara lain: mengidentifikasi, membuat garis besar, menyusun daftar dll.
2)  Pemahaman (comprehension) yaitu jenjang kemampuan yang menuntut siswa memahami atau mengerti tentang materi pelajaran yang disampaikan dan dapat memanfaatkannya. Kata kerja yang dapat digunakan antara lain menjelaskan, menyimpulkan, memberi contoh dll.
3)  Penerapan (application) yaitu jenjang kemampuan yang menuntut peserta didik menggunakan ide-ide umum, metode, prinsip, dan teori dalam situasi yang baru dan konkret. Kata kerja yang digunakan diantaranya mengungkapkan, mendemonstrasikan, menunjukkan dll.

b.     Domain afektif (affective domain) yaitu internalisasi sikap yang menunjuk ke arah pertumbuhan batiniah dan terjadi bila peserta didik sadar tentang nilai yang diterima, kemudian mengambil sikap sehingga menjadi bagian darinya dalam membentu nilai dan tingkah laku. Domain afektif terdiri atas beberapa jenjang kemampuan, yaitu:
1) Kemauan menerima (receiving) yaitu jenjang kemampuan yang menuntut peserta didik peka terhadap eksistensi fenomena atau rangsangan tertentu. Kata kerja yang digunakan diantaranya menanyakan, memilih, menggambarkan dll.
2) Kemauan menanggapi atau menjawab (responding) yaitu jenjang kemampuan yang menuntut peserta didik tidak hanya peka terhadap suatu fenomena, tetapi juga bereaksi terhadap salah satu cara. Penekanannya pada kemauan peserta didik untuk menjawab secara sukarela, membaca tanpa ditugaskan. Kata kerja yang digunakan diantaranya membaca, mengemukakan, mendiskusikan dll.
3) Menilai (valuing) yaitu jenjang kemampuan yang menuntut peserta didik menilai suatu objek, fenomena atu tingah laku secara konsisten. Kata kerja yang digunakan diantaranya melengkapi, menerangkan, mengusulkan dll.
4) Organisasi (organization) yaitu jenjang kemampuan yang menuntut peserta didik menyatukan nilai yang berbeda, memecahkan masalah. Kata kerja yang digunakan diantaranya mengubah, mengatur, membandingkan dll.
5) Menjadi pola hidup yaitu kemampuan seseorang untuk menerapkan setiap yang dipelajari dalam tindakan sehari-hari.

c.       Domain psikomotor (psychomotor domain) yaitu kemampuan peserta didik yang berkaitan dengan gerak tubuh atau bagiannya. Kata kerja yang digunakan harus sesuai dengan kelompok ketrampilan masing-masing, yaitu:
1) Meniru merupakan kemampuan untuk melakukan sesuatu sesuai dengan contoh yang diamatinya walaupun belum mengerti makna atau hakikat dari keterampilan itu. Contoh kata kerja operasional yang biasa digunakan untuk mengukur aspek ini adalah mengkonstruksi, menggabungkan, mengatur, mnyesuaikan, dan sebagainya.
2) Memanipulasi merupakan kemampuan dalam melakukan suatu tindakan seperti yang diajarkan, dalam arti mampu memilih yang diperlukan. Kata kerja yang sering digunakan dalam mengukur aspek ini adalah menempatkan, membuat, memanipulasi, merancang, dan sebagainya.
3) Pengalamiahan merupakan suatu penampilan tindakan dimana hal-hal yang diajarkan (sebagai contoh) telah menjadi suatu kebiasaan dan gerakan-gerakan yang ditampilkan lebih meyakinkan. Contoh kata kerja operasional yang biasa digunakan untuk mengukur aspek ini diantaranya adalah memutar, memindahkan, menarik, mendorong, dan sebagainya.
4) Artikulasi merupakan suatu tahap dimana seseorang dapat melakukan suatu keterampilan yang lebih komplek terutama yang berhubungan dengan gerakan interpretatif. Contoh kata kerja operasional yang biasa digunakan untuk mengukur aspek ini adalah menggunakan, mensketsa, menimbang, menjeniskan, dan sebagainya.

2.    Ruang Lingkup Evaluasi Pembelajaran dalam Perspektif Sistem Pembelajaran
a.    Program pembelajaran yang meliputi:
1) Tujuan pembelajaran umum atau kompetensi dasar, yaitu target yang harus dikuasai peserta didik dalam setiap pokok atau bahasan.
2) Isi atau materi pembelajaran, yaitu isi kurikulum yang berupa topik atau pokok bahasan beserta perinciannya dalam setiap bidang studi.
3) Metode pembelajaran, yaitu cara guru menyampaikan materi pelajaran, seperti metode ceramah, tanya jawab diskusi dll.
4) Media pembelajaran yaitu alat-alat yang membantu untuk mempermudah guru dalam menyampaikan isi atau materi pelajaran. Media dibagi menjadi 3, yaitu media audio, media visual, media audio-visual.
5) Sumber belajar, yang meliputi pesan, orang, bahan, alat, teknik dan latar.
6) Lingkungan, terutama lingkungan sekolah dan keluarga.
7) Penilaian proses dan hasil belajar, baik menggunakan tes ataupun non tes.
b.    Program pelaksanaan pembelajaran, meliputi:
1) Kegiatan, yang meliputi jenis kegiatan, prosedur pelaksanaan, sarana pendukung dll.
2) Guru, terutama dalam hal menyampaikan materi, kesulitan guru dll.
3) Peserta didik, terutama peran peserta dalam kegiatan belajar, keaktifan, kesulitan belajar dll.
c.    Hasil pembelajaran, baik untuk jangka pendek, jangka menengah, dan jangka panjang.
3.    Ruang Lingkup Evaluasi Pembelajaran dalam Perspektif Penilaian Proses dan Hasil Belajar
a.      Sikap, kebiasaan, motivasi, minat dan bakat.
b.      Pengetahuan dan pemahaman peserta didik terhadap bahan pelajaran.
c.      Kecerdasan peserta didik .
d.      Perkembangan jasmani atau kesehatan.
e.      Keterampilan
4.    Ruang Lingkup Evaluasi Pembelajaran dalam Perspektif Penilaian Berbasis Kelas
Sesuai Kurikulum Berbasis Kompetensi 2004, maka ruang lingkup penilaian berbasis kelas adalah sebagai berikut:
a.       Kompetensi Dasar Mata Pelajaran
Kompetensi ini pada hakikatnya ialah pengetahuan, ketrampilan, sikap, dan nilai-nilai yang direfleksikan dalam kebiasaan berpikir dan bertindak setelah peserta didik menyelesaikan suatu aspek atau subjek mata pelajaran tertentu.
b.      Kompetensi Rumpun Pelajaran
Rumpun pelajaran merupakan kumpulan dari mata pelajaran yang lebih spesifik.
c.       Kompetensi Lintas Kurikulum
Kompetensi ini merupakan kompetensi yang harus dikuasai peserta didik melalui seluruh rumpun pelajaran dalam kurikulum.
d.      Kompetensi Tamatan
Kompetensi ini merupakan pengetahuan, ketrampilan, sikap dan nilai-nilai yang direfleksikan dalam kebiasaan berpikir dan bertindak setelah peserta didik menyelesaikan jenjang pendidikan tertentu.
e.       Pencapaian Keterampilan Hidup
Penguasaan berbagai kompetensi dasar, kompetensi lintas kurikulum, kompetensi rumpun pelajaran, dan kompetensi tamatan melalui berbagai pengalaman belajar dapat memberikan efek posistif dalam bentu kecakapan hidup (life skills).

E.  PRINSIP UMUM EVALUASI
Evaluasi hasil belajar dikatakan terlaksana dengan baik apabila dalam pelaksanaannya senantiasa berpegang pada tiga prinsip dasar berikut ini.
1.        Prinsip Keseluruhan
Yang dimaksud dengan evaluasi yang berprinsip keseluruhan atau menyeluruh atau komprehensif adalah evaluasi tersebut dilaksanakan secara bulat, utuh, menyeluruh. Maksud dari pernyataan ini adalah bahwa dalam pelaksanaannya evaluasi tidak dapat dilaksanakan secara terpisah, tetapi mencakup berbagai aspek yang dapat menggambarkan perkembangan atau perubahan tingkah laku yang terjadi pada diri peserta didik sebagai makhluk hidup dan bukan benda mati.
Dalam hubungan ini, evaluasi diharapkan tidak hanya menggambarkan aspek kognitif, tetapi juga aspek psikomotor dan afektif pun diharapkan terangkum dalam evaluasi. Jika dikaitkan dengan mata pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia, penilaian bukan hanya menggambarkan pemahaman siswa terhadap materi ini, melainkan juga harus dapat mengungkapkan sudah sejauh mana peserta didik dapat menghayati dan mengimplementasikan materi tersebut dalam kehidupannya.Jika prinsip evaluasi yang pertama ini dilaksanakan, akan diperoleh bahan-bahan keterangan dan informasi yang lengkap mengenai keadaan dan perkembangan subjek subjek didik yang sedang dijadikan sasaran evaluasi.
2.        Prinsip Kesinambungan
Istilah lain dari prinsip ini adalah kontinuitas. Penilaian yang berkesinambungan ini artinya adalah penilaian yang dilakukan secara terus menerus, sambung-menyambung dari waktu ke waktu. Penilaian secara berkesinambungan ini akan memungkinkan si penilai memperoleh informasi yang dapat memberikan gambaran mengenai kemajuan atau perkembangan peserta didik sejak awal mengikuti program pendidikan sampai dengan saat-saat mereka mengakhiri program-program pendidikan yang mereka tempuh.
3.     Prinsip Objektivitas
Prinsip objektivitas mengandung makna bahwa evaluasi hasil belajar terlepas dari faktor-faktor yang sifatnya subjektif. Orang juga sering menyebut prinsip objektif ini dengan sebutan “apa adanya”. Istilah apa adanya ini mengandung pengertian bahwa materi evaluasi tersebut bersumber dari materi atau bahan ajar yang akan diberikan sesuai atau sejalan dengan tujuan instruksional khusus pembelajaran. Ditilik dari pemberian skor dalam evaluasi, istilah apa adanya itu mengandung pengertian bahwa pekerjaan koreksi, pemberian skor, dan penentuan nilai terhindar dari unsur-unsur subjektivitas yang melekat pada diri tester. Di sini tester harus dapat mengeliminasi sejauh mungkin kemungkinan-kemungkinan “hallo effect” yaitu jawaban soal dengan tulisan yang baik mendapat skor lebih tinggi daripada jawaban soal yang tulisannya lebih jelek padahal jawaban tersebut sama. Demikian pula “kesan masa lalu” dan lain-lain harus disingkirkan jauh-jauh sehingga evaluasi nantinya menghasilkan nilai-nilai yang objektif.
Dengan kata lain, testerharus senantiasa berpikir dan bertindak wajar menurut keadaan yang senyatanya, tidak dicampuri oleh kepentingan-kepentingan yang sifatnya subjektif. Prinsip ini sangat penting sebab apabila dalam melakukan evaluasi, subjektivitas menyelinap masuk dalam suatu evaluasi, kemurnian pekerjaan evaluasi itu sendiri akan ternoda.
Prinsip-prinsip umum evaluasi adalah: kontinuitas, komprehensif, objektivitas, kooperatif, mendidik, akuntabilitas, dan praktis. Dengan demikian, evaluasi pembelajaran hendaknya:
a.     Dirancang sedemikian rupa, sehingga jelas abilitas yang harus dievaluasi, materi yang akan dievaluasi, alat evaluasi dan interpretasi hasil evaluasi
b.      Menjadi bagian integral dari proses pembelajaran
c.      Agar hasilnya objektif, evaluasi harus menggunakan berbagai alat (instrumen) dan sifatnya komprehensif
d.     Diikuti dengan tindak lanjut.
Di samping itu, evaluasi juga harus memperhatikan prinsip keterpaduan, prinsip berorientasi kepada kompetensi dan kecakapan hidup, prinsip belajar aktif, prinsip koherensi, dan prinsip diskriminalitas.

F.     JENIS-JENIS EVALUASI PEMBELAJARAN

Pada prinsipnya, evaluasi hasil belajar merupakan kegiatan berencana dan berkesinambungan. Oleh karena itu, macam-macamnya pun banyak mulai yang sederhana sampai yang paling kompleks. Diantara macam-macam evaluasi tersebut adalah sebagai berikut:

1.      Pre-test dan Post-test
Kegitan pretest dilakukan guru secara rutin pada setiap akan memulai penyajian materi baru. Tujuannya adalah untuk mengidentifikasi saraf pengetahuan siswa mengenai materi yang akan disajikan. Evaluasi ini seringkali berlangsung singkat dan tidak memerlukan instrumen tertulis.
Post test adalah kebalikan dari pre test, yakni kegiatan evaluasi yang dilaksanakan guru pada setiap akhir penyajian materi. Tujuannya adalah untuk mengetahui taraf penguasaan siswa atas materi yang telah diajarkan.

2.      Evaluasi Prasyarat
Evaluasi jenis ini sangat mirip dengan pretest. Tujuannya adalah untuk mengetahui penguasaan siswa atas materi lama yang mendasari materi baru yang akan diajarkan. Contoh: evaluasi penguasaan penjumlahan bilangan sebelum memulai pelajaran perkalian bilangan.

3.      Evaluasi Diagnostik
Evaluasi jenis ini dilakukan setelah selesai penyajian sebuah satuan pelajaran dengan tujuan mengidentifikasi bagian-bagian tertentu yang belum dikuasai siswa. Evaluasi jenis ini dititikberatkan pada bahasan tertentu yang dipandang telah membuat siswa mendapat kesulitan.

4.      Evaluasi Formatif
Evaluasi jenis ini kurang lebih sama dengan ulangan yang dilakukan pada setiap akhir penyajian suatu pelajaran atau modul. Tujuannya adalah untuk memperoleh umpan balik yamg mirip dengan evaluasi diagnostik, yakni untuk mendiagnosis kesulitan-kesulitan belajar siswa. Hasil diagnosis tersebut digunakan sebagai bahan pertimbangan rekayasa pengajaran remedial (perbaikan).

5.      Evaluasi Sumatif
Ragam penilaian sumatif dapat dianggap sebagai ulangan umum yang dilakukan untuk mengukur kinerja akademik atau prestasi belajar siswa pada akhir periode pelaksanaan program pengajaran. Evaluasi ini lazim dilakukan pada akhir semester atau akhir tahun ajaran. Hasilnya dijadikan bahan laporan resmi mengenai kinerja akademik siswa dan bahan penentu naik atau tidaknya siswa ke kelas yang lebih tinggi.

6.      Ujian Akhir Nasional (UAN)/ UN
Ujian Akhir Nasional ( UAN ) yang dulu disebut EBTANAS ( Evaluasi Belajar tahap akhir Nasional ) pada prinsipnya sama dengan evaluasi sumatif dalam arti sebagai alat penentu kanaikan status siswa. Namun UAN dirancang untuk siswa yang telah menduduki kelas tertinggi pada suatu jenjang pendidikan yakni sejak SD/MI dan seterusnya.

7.      Evaluasi Penempatan
Evaluasi jenis ini digunakan untuk mengetahui kemampuan setiap siswa, sehingga guru dapat menempatkan siswa dalam situasi yang tepat baginya. Penempatan yang dimaksud dapat berupa sebagai berikut:
a.         Penempatan siswa dalam kelompok kerja
b. Penempatan siswa dalam kelas, siswa yang memerlukan perhatian lebih besar dalam belajar ditempatkan di depan, misalnya siswa yang kurang baik pendengarannya. Atau siswa yang  rabun dekat maka ditempatkan di belakang.
c.         Penempatan siswa dalam kepanitiaan di sekolah
d. Menempatkan siswa dalam program pengajaran tertentu, misalnya memilih program pengajaran atau keterampilan yang sesuai dengan kemampuan dan minatnya.






BAB III
PENUTUP

A.    KESIMPULAN
Pada dasarnya peserta didik memiliki tiga ranah keluaran belajar, yaitu ranah kognitif, afektif, dan psikomotor. Dalam setiap pembelajaran, ranah ini diharapkan oleh pendidik dapat berkembang dengan baik. Untuk mengetahui perkembangan ketiga ranah itu, dilakukanlah kegiatan evaluasi. Hal ini tentu saja bertujuan untuk mengetahui sejauh mana tujuan pembelajaran telah dicapai oleh peserta didik. Selain itu, evaluasi tentu saja dapat membantu pendidik untuk mengetahui kemampuan-kemampuan yang dimiliki oleh siswa. Dengan mengetahui kemampuan-kemampuan siswa tersebut, pendidik dapat mengetahui dan sekaligus membimbing peserta didik yang masih kurang mampu memahami materi pelajaran yang telah mereka ajarkan.
Kegiatan evaluasi tentu saja tak dapat dilakukan tanpa prosedur yang jelas. Ada prinsip-prinsip evaluasi yang sepatutnya diterapkan oleh peserta didik. Tanpa mengikuti prinsip ini dikhawatirkan hasil evaluasi tidak akan valid, tidak reliabilitas, tidak objektif, dan tidak praktis menggambarkan kemampuan belajar peserta didik.

B.     SARAN
Hendaknya seorang tenaga pengajar dapat mengaplikasikan evaluasi terhadap kegiatan belajar mengajar yang dilakukan di suatu lembaga pendidikan karena dengan adanya evaluasi ini akan dapat menunjang kualitas dan mutu pendidikan kita.
                        Sebagaimana evaluasi hasil belajar dan pembelajaran yang telah diuraikan diatas sangatlah penting karena dengan adanya hal tersebut  kita dapat belajar bagaimana cara mengevalausi dari kegiatan belajar mengajar  apakah sudah dapat mencapai tujuan yang diinginkan.

DAFTAR PUSTAKA

Sukardi, M. 2008. Evaluasi Pendidikan Prinsip dan Operasionalnya. Jakarta: Bumi Aksara.

Nurkancana, Wayan dan Sumartana, P.P.N. 1983. Evaluasi Pendidikan. Surabaya:   Usaha Nasional.


Arifin, Zaenal. 2010. Evaluasi Pembelajaran. PT Remaja Rosdakarya : Bandung.




Sekilas Dropshipper

“Sekilas DROPSHIPPING”



Dropship adalah bisnis yang sedang tren saat ini, siapapun bisa melakukannya, mulai dari pelajar, mahasiswa, ibu rumah tangga, bahkan orang yang sudah bekerja pun bisa melakukannya sebagai pekerjaan sampingan. Karena dropship ini terbilang sangat mudah. Kita hanya tinggal menawarkan barang kepada calon pembeli dan ketika calon pembeli membeli barang yang kita tawarkan kita hanya tinggal mengirimkan data alamat pembeli kepada suplier untuk mengirimkan barang yang di pesan oleh pembeli untuk dikirimkan ke alamat tersebut. Lalu selesailah satu transaksi. Mudah bukan?
Namun jika anda ingin melakoni kegiatan dropship ini berkelanjutan maka anda harus memiliki nama Brand tersendiri atau nama toko anda sendiri, tujuannya untuk menarik perhatian calon pembeli, karena seseorang akan membeli barang tentunya akan lebih memilih toko yang sudah memiliki nama dan dikenal luas. Usahakan jika anda ingin membuat nama toko harus sesuai dengan apa yang anda jual.  Contohnya jika anda menjual pakaian maka berilah nama yang di akhiri dengan fashion, misalnya “Indah Fashion” atau “Pelangi Fashion” karena itu akan lebih membuat orang-orang tahu bahwa toko anda adalah toko fashion atau pakaian.
Para dropship ini biasanya tidak memiliki toko fisik atau toko nyata, mereka biasanya hanya memiliki toko online. Dan para dropship ini biasa disebut dengan dropshihpper , dropshipper ini biasanya berjualan atau menawarkan barang mereka di dunia maya atau di jejaring sosial, karena penduduk dunia maya pun tidak kalah banyak dengan penduduk dunia nyata, nah bagi anda para dropshipper hal yang wajib anda miliki adalah rekening. Kenapa rekening menjadi wajib? Karena sistem pembayaran di dunia onlinepun tidak menggunakan uang tunai melainkan uang nya di transfer, jadi jika telah terjadi sebuah kesepakatan antara anda sebagai dropshiper dan calon pembeli maka pembeli tersebut akan mentransfer sejumlah uang kepada rekening yang anda miliki sesuai dengan harga yang telah disepakati. Setelah anda menerima transferan tersebut barulah anda menghubungi suplier anda untuk mengirimkan barang pesanan pembeli anda ke alamat yang telah diberikan pembeli lalu anda mentransfer biayanya kepada suplier yang tellah mengirikan barangnya.
Mudah memang menjadi seorang dropshipper itu, namun tetap saja yang namanya pekerjaan itu dibutuhkan ketekunan agar bisa berkembang. Karena jika kita tidak menekuninya maka tidak akan berkembang dan begitu-begitu saja terus.
Saran bagi anda para calon Dropshipper, jangan sampai anda mengirim barang kepada pembeli yang belum anda kenal sebelum pembeli tersebut membayarnya atau mentransfer ke rekening anda. Hal ini hanya untuk berjaga-jaga agar barang yang telah anda kirim jangan sampai tidak dibayar.
Mungkin itu saja yang ingin saya sampaikan.

Terimakasih telah membaca tulisan saya.

-Pengembara Gila- 

Senin, 28 Agustus 2017

“Kampung Tak Bertuan”
Oleh –Pengembara Gila-

            Masyarakat kampung ini tetap beraktifitas seperti biasanya, pedagang tetap berdagang, petani tetap bertani, pegawai pun tetap bekerja seperti biasanya, seperti tak ada sesuatu yang berbeda. Namun berbeda dengan orang-orang yang sering mengamati perkembangan kampung. Semenjak tuan dari kampung ini habis masa jabatannya dan belum ada pemilihan untuk memilih tuan yang baru untuk kampung ini, kampung ini menjadi seperti tidak memiliki pengayom dan pengarah yang baik, walaupun memang ada tuan-tuan kampung sementara yang menggantikan sebelum adanya tuan kampung baru yang resmi pilihan masyarakat. Beberapa pemuda sekitar pusat kampung merasa kesulitan untuk meminta persetujuan dan dukungan materi untuk mengadakan kegiatan yang bersifat nasionalis, mereka kebingungan kemana mencari dukungan materi jika tuan kampung tak ada, sehingga tidak ada yang berani memberi keputusan untuk memberi dukungan materi kepada pemuda-pemuda yang ingin mengadakan kegiatan memeriahkan kampung ini. Sehingga akhirnya dengan terpaksa mereka harus meminta dukungan materi dari masyarakat kampung, walapun hasil dari dukungan masyarakat tidak mencapai target yang sudah ditentukan namun bersyukur acara yang di inginkan oleh pemuda-pemuda ini tetap dapat dilaksanakan dengan sederhana namun tetap meriah. Mungkin akan berbeda ceritanya jika kampung ini memiliki tuan yang resmi. Sudah hampir satu tahun kampung ini tak memiliki tuan, besok dan lusa pun masih tetap belum akan ada tuan yang baru. Tuan baru kampung ini baru akan ada beberapa bulan kemudian, setelah masyarakat desa ini mengadakan pemilihan, memilih tuan yang sesuai dengan hati nurani rakyat.  Dan semoga saja tuan kampung ini yang baru nanti bisa mendukung kegiatan masyarakat terutama pemudanya, seperti yang pernah kita dengar “maju dan mundurnya sebuah dareah tergantung kepada pemudanya” . maka dari itu semoga tuan yang baru nanti bisa mendukung sekaligus membimbing pemudanya untuk memajukan kampung tercinta ini dari segala sektor, baik itu dari sektor SDM, ekonomi, pendidikan, dan lain-lain.

Dulu kampung ini adalah barometer dari kampung-kampung tetangga dan sekitarnya, tapi sekarang tidak lagi, oleh karena itu pemuda-pemuda disini sebenarnya bersemangat untuk memajukan kampung seperti dahulu kala, namun tetap saja dukungan dari pemerintahan kampung juga harus ada. Semoga tuan yang baru nanti pemikiran nya satu pemahaman dengan pemuda-pemuda kampung ini.

Sabtu, 03 Desember 2016

Membangun Sebuah Program

                                      
Sebuah Progran atau Kegiatan jika ingin dilaksanakan tentu harus melaksanakan langkah awal, apa saja langkah awal yang harus di persiapkan? yang paling utama adalah niat dan keinginan yang kuat, jika sudah memiliki sebuah keinginan yang kuat insyaallah mental pun akan terbangun dengan sendirinya, setelah memiliki keinginan yang kuat kita harus memiliki Visi dan Misi  dalam menjalankan sebuah program, apa tujuan kita mengadakan program tersebut? apa manfaat program tersebut bagi kita, bagi lingkungan kita. dan apa misi yang akan dilakukan oleh kita dalam mencapai tujuan utama program yang sudah kita rencanakan. menurut diri saya pribadi, planing adalah sesuatu yang penting, besar atau kecil sebuah perencanaan tetap saja penting, bagaimana cara kita melakukan kegiatan untuk melaksanakan program yang sudah kita buat, bagaimana jangka pendeknya? jangka menengahnya? dan jangka panjangnya?. semua harus kita fikirkan, harus kita persiapkan di awal, agar jika suatu hari terjadi sebuah trouble, sebuah kesalahan, kita mampu mengatasinya karena kita sudah mempersiapkannya sejak awal. kemudian yang harus fikirkan selanjutnya adalah sarana, barang-barang pendukung yang akan kita gunakan dalam program kita, hal ini juga perlu dipersiapkan dengan baik. 
agar program ini bisa bertahan, maka kita harus menjaganya, mempertahankannya, bagian inilah yang dirasa cukup sulit. mempertahankan lebih sulit dari memulai, karena ketika kita sudah mencapai visi kita dalam program tersebut, kita akan terbuai sehingga disitu kita akan merasa memang, padahal jika kita tidak mempertahankannya maka kita akan kembali jatuh, kita tidak boleh terbuai, kita harus tetap fokus pada program yang kita susun dari awal. kecuali jika memang kita sudah ingin program ini berakhir. 
"memulai tak sesulit mempertahankan"
"planing adalah sesuatu yang penting sebelum memulai sebuah program"
 thanks. 
gunakan fikiranmu, lalu kerjakan apa yang kau fikirkan. 

By. Moch. Agung Triana. 

Rabu, 02 Maret 2016

MENINGKATKAN KUALITAS DIRI

Assalamualaikum wr. wb.

Setiap orang pasti ingin menjadi manusia yang berkualitas, namun bagaimana caranya? Untuk menjadi manusia yang berkualitas tentu saja kita harus meningkatkan pengetahuan, wawasan, keterampilan dan hal lainnya yang sekiranya dibutuhkan dalam dunia kerja.
Kali ini yang kita bahas adalah cara meningkatkan kualitas diri sebelum terjun kedalam dunia kerja. Contoh, misalkan kita bercita-cita memiliki pekerjaan sebagai seorang pendidik/guru, tentu saja kia harus kuliah di fakultas keguruan agar dapat menunjang kemampuan kita di dunia pendidikan. Jika kita hanya kuliah saja maka kualitas diri kita pun akan sama dengan teman-teman kuliah kita, kita akan di anggap standar. Jaman sekarang ini jika kita ingin di bayar lebih mahal, maka kita pun harus memiliki kemampuan yang lebih berkualitas, harus bisa melakukan apa yang oranglain tidak bisa. Lalu bagaimana cara kita meningkatkan kualitas? Apa saja yang harus kita lakukan? Nah, dalam dunia pendidikan tentu ada yang namanya model pembelajaran, metode pembelajaran dan lain sebagainya. Kita harus mampu menguasai kemampuan dasar untuk mengajar atau mendidik tersebut. Jika yang kita bisa hanya itu saja maka itu belum cukup untuk menambah kualitas diri kita. Kita harus mampu menyesuaikan kemampuan dengan zaman yang terus maju, saat ini jika kita ingin di anggap standar maka kita harus mampu mengoprasikan leptop, komputer, smartphone atau lain sebagainya. Itu saja belum cukup jika kita ingin di bayar mahal, kita harus menambah kualitas diri kita, kita harus memiliki keterampilan lain seperti mampu berbicara di hadapan umum, mampu membuat sebuah karya seni, mampu membina ekstrakurikuler, dan lain sebagainya. Kita harus bisa menguasai keterampilan yang orang lain tidak bisa, kita harus mampu lebih baik dari orang lain. Itulah yang akan membuat kita dibayar lebih mahal dari oranglain. Jika kemampuan kita sama dengan oranglain maka kita pun akan dibayar sama seperti orang lain, bahkan jika kemampuan kita lebih buruk dari oranglain maka bayaran kita pun akan lebih rendah dari orang lain.
Jadi bagaimana??? Mau dibayar lebih besar dari orang lain atau mau dibayar sama seperti orang lain??
Sebenarnya cara meningkatkan kualitas diri itu tidak hanya yang sudah diceritakan diatas, masih banyak cara lain untuk meningkatkan kualitas diri. Misalnya dengan menjalankan ibadah lebih rajin dan bersikap lebih ramah kepada oranglain. Perlu teman-teman ketahui bahwa tidak dapat dipungkiri orang yang kualitas dirinya lebih baik pasti pangkatnya lebih tinggi, bayarannya lebih mahal serta lebih di hormati oleh oranglain. Akan banyak tawaran pekerjaan kepada orang yang memiliki kualitas tinggi dibanding dengan orang yang memiliki kualitas standar.
Tidak pernah ada kata terlambat untuk merubah hidup menjadi lebih baik, kunci hidup sukses itu mudah, hanya perlu memperbaiki ibadah, perbaiki komunikasi dengan orang tua, perbaiki komunikasi dengan saudara, perbaiki komunikasi dengan tetangga dan teman, jangan malas dan jangan putus asa. Tetap semangat untuk berubah menjadi lebih baik. Good Luck. Ingat satu prinsip agar tidak membuat kita menjadi sombong, yaitu “Jadilah yang terbaik, JANGAN merasa yang terbaik”.

Wassalamualaikum wr. wb.


Cirebon, 1 Maret 2016

Pkl. 16.21 WIB

Senin, 01 Februari 2016

PPL Praktek Pengalaman Lapangan

Pengalaman PPL

PPL kependekan Praktek Pengalaman Lapangan, adalah sebuah kegiatan yang dilakukan oleh seorang mahasiswa yang akan memasuki semester akhir, saya akan menuliskan mengenai PPL di sebuah SD di Kota Cirebon, karena saya adalah mahasiswa yang mengambil program sudi Pendidikan guru sekolah dasar (PGSD) di sebuah Universitas di cirebon.
Kegiatan PPL ini adalah sebuah mata kuliah yang ada di semester 7 prodi PGSD dan seluruh mahasiswa wajib mengikuti kegiatan ini. Dalam PPL pun ada beberapa tahap pembekalan sebelum para mahasiswa di terjunkan ke tempat PPL yang telah di tentukan oleh universitas, pembekalan ini dimaksudkan untuk memantapkan para mahasiswa agar ketika di terjunkan di tempat PPL mereka sudah memiliki bekal yang dapat di aplikasikan nantinya.
Saya sendiri mendapatkan tempat PPL di sebuah Sekolah dasar di pesisir cirebon, sehingga tidak mudah untuk mengajari peserta didik disana, karena lingkungan mereka adalah pesisir sehingga nada bicara nya keras, keras bukan berarti kasar. Dan sikap mereka juga mungkin terbilang kebanyakan kurang sopan, disini saya katakan “kebanyakan” karena tidak semuanya mereka itu tidak sopan, masih ada beberapa anak yang memiliki sopan santun yang baik. Hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi kami para mahasiswa yang di tempatkan di SD ini, dalam kegiatan PPL mahasiswa tidak akan di tempatkan seorang diri di tempat PPL, mahasiswa akan dikelompokan agar bisa mencari solusi bersama jika ada masalah yang dihadapi dan bisa berjuang bersama tidak berjuang sendiri. Di SD ini saya dan teman-teman lain yang jumlah nya 12 orang termasuk saya harus berjuang membimbing, mendidik dan mengajari anak-anak usia SD yang memang masih butuh bimbingan dan didikan.
Setibanya kami di sekolah dasar ini kami disambut hangat oleh para guru, kepala sekolah dan steakholder lainnya. Rupa-rupanya kepala sekolah dan para guru ini ternyata menaruh harapan besar pada kami para mahasiswa yang akan melakukan PPL di SD ini, para guru ini berharap kami dapat membantu di sd ini semaksimal mungkin yang kebetulan beberapa pekan kedepan akan diadakan akreditasi di sd ini. Kami di minta untuk ikut membantu segala sesuatunya untuk melengkapi berkas dan merapihkan keadaan sekolah agar ketika proses akreditasi berlangsung sekolah yang kami tempati untuk PPL ini bisa mendapatkan akreditasi yang sesuai harapan para warga sekolah.
Alhamdulilah kepala sekolah di SD yang kami tempati untuk PPL ini ternyata orangnya sangat baik sekali, beliau menganggap kami ini seperti anak-anak nya sendiri karena memang beliau sudah tidak muda lagi dan beliau juga berkata bahwa beliau tidak lama lagi akan pensiun. Kami pun yang sudah diperlakukan baik oleh kepala sekolah menganggap beliau seperti bapak kami sendiri, tak segan-segan kami menemui beliau jika ada sesuatu yang perlu dibicarakan atau ada sesuatu yang kami butuhkan. Beliau berharap kami sebagai generasi muda penerus bangsa khususnya di bidang pendidikan bisa membangun bangsa di masa depan menjadi lebih baik.
Siswa-siswi para peserta didik di sekolah ini pun ternyata memiliki semangat belajar yang hebat, kami harus pandai-pandai membuat suasana pembelajaran menjadi semenarik mungkin, agar para peserta didik tidak cepat bosan dengan kegiatan belajar dan tetap semangat mengikuti proses kegiatan belajar mengajar. Namun sekali lagi mereka adalah anak-anak yang luar biasa, tidak mudah untuk mendidik dan membimbing mereka merubah perilaku-perilaku yang kurang baik menjadi perilaku yang baik. Namun tantangan ini pun membuat kami jadi bersemangat dan lebih tertantang karena jika kami berhasil mendidik dan membimbing anak-anak di sekolah ini dengan baik maka kami tidak akan kesulitan jika ditempatkan di sd lain karena sudah terbiasa mendidik dan membimbing anak-anak yang luar biasa disini.
Banyak pengalaman menarik yang saya dengar dari teman-teman seperjuangan saya teman satu kelompok di sd ini, mereka bercerita tentang sulitnya mendidik sikap dan perilaku siswa-siswi disini ada yang sulit diatur ketika sedang proses belajar, ada yang tutur katanta kasar atau tidak sopan terhadap seorang guru bahkan ada pula siswa yang menantang guru untuk berduel. Saya sendiri mengalami tantangan duel tersebut dari salah seorang murid kelas atas, yang saya lihat memang perilaku anak tersebut tidak segan untuk memukul atau menendang temannya sendiri. Saya sendiri tidak habis pikir, jika masih sd saja kelakuan anak-anak ini sudah sperti ini, bagaimana nanti jika sudah remaja, mungkin mereka akan ikut-ikutan kegiatan negatif yang di sebut tawuran atau yang lainnya, dan bagaimana nanti jika mereka sudah dewasa, kami khawatir jika nanti mereka tidak berguna bagi keluarga, masyarakat ataupun bangsa. Entah lingkungan rumah tempat tinggal mereka yang seperti itu atau korban dari tayangan-tayangan di TV. Karena kami yakin bahwa orangtuanya pun pasti memberi tahu mana yang baik dan tidak baik, karena sejahat-jahatnya orang tua pasti ingin anak nya menjadi orang yang baik.
Dan akhirnya dalam waktu yang sudah di tentukan oleh pihak universitas maka kami tidak bisa berlama-lama di sekolah ini, kami hanya memiliki waktu 3bulan saja untuk menjalankan kegiatan PPL dan selama 3 bulan ini kami sudah maksimal mengamalkan ilmu dan wawasan yang kami miliki kepada anak-anak disini, walaupun tidak 100% perilaku anak-anak disini berubah menjadi lebih baik, namun ada rasa bangga di hati kami sudah bisa merubah sifat mereka walaupun tidak banyak. Dan mudah-mudahan pelajaran yang kami sampaikan selama ini bisa di pahami oleh mereka semua dan bisa di amalkan dengan baik.
Di akhir kami berada disekolah ini, pada saat perpisahan banyak anak yang mengirimkan surat yang isinya tentang kesan dan pesan mereka selama di ajar dan di didik oleh kami para guru PPL, ada sebagian dari mereka yang ingin kami tetap berada di sekolah ini dan mengajari mereka lebiih lama lagi, namun apa daya karna kami di beri waktu yang terbatas oleh universitas dalam melaksanakan PPL maka kami tidak bisa menuruti keinginan anak-anak disini.
Setelah 3 bulan berlalu terhitung sejak kami mulai melaksanakan PPL di sd ini pada tanggal 23 November 2015 hingga kami berpisah dengan anak-anak dan guru-guru di sd ini pada tanggal 1 febuari yang seharusnya tanggal 30 Januari, karena ada beberapa faktor yang menjadi halangan sehingga terpaksa kami melaksanakan perpisahan pada tanggal 1 febuari 2016.
Selamat tinggal anak-anak didikku, jadilah kalian anak yang kuat, anak yang cerdas dan raihlah mimpi-mimpi yang telah kalian gantung dilangit. Kami para guru PPL akan selalu mendukung kalian untuk melakukan hal-hal positif. Senyum canda tawa sikap tingkah laku kalian telah terlukis di memory kami.
Saya yakin guru-guru PPL tidak akan lupa kepada kalian wahai anakku tertama anak-anak yang sering menjadi perbincangan guru-guru PPL di sela-sela jam istirahat.




Ditulis :
Oleh                : Mochammad Agung Triana

Waktu             : 01/02/2016  Pkl. 23.24 WIB

Selasa, 10 November 2015

MOCHAMMAD AGUNG TRIANA

Mochammad Agung Triana
 MOCHAMMAD AGUNG TRIANA adalah seorang pria kelahiran 1 September 1993 yang memiliki nama panggilan Rian jika di lingkungan rumah dan keluarga besar, namun jika diluar rumah nama panggilannya adalah Agung, nama panggilan ini dimulai sejak memasuki masa sekolah menengah pertama (SMP) hingga sekarang. Aku adalah anak ketiga dari empat bersaudara yang semuanya adalah laki-laki. Aku terlahir di keluarga sederhana, ayahku hanya bekerja sebagai  tukang bangunan, yang padahal dulu sudah bekerja di suatu perusahaan, namun ada seorang rekan kerjanya yang membawa kabur semua uang karyawan. Entah sekarang bagaimana nasib perusahaan tersebut. Ibuku adalah seorang tenaga pendidik (Guru) di salah satu sekolah dasar. 
Ayah dan Ibuku di karuniai empat orang anak yang antara lain anak pertama bernama Budiman yang sebenarnya memiliki sodara kembar bernama Budidarmawan namun kakak Budidarmawan sudah almarhum ketika masih bayi. Kakakku ini sudah menikah dan kini mempunyai satu orang anak perempuan yang bernama Putri Sabila, itu artinya aku sudah memiliki satu keponakan, hehe... anak kedua dari Ayah dan Ibuku bernama Faisal Nurmansayah, ia kini tercatat sebagai salah satu mahasiswa di salah satu perguruan tinggi berbasis agama di cirebon, ia juga adalah seorang tenaga pendidik di sebuah sekolah madrasah selain sebagai musisi lokal. Kini grup band yang ia miliki tengah membangun sebuah studio musik. Nah anak yang ketiga adalah aku, Mochammad Agung Triana yang juga tercatat sebagai mahasiswa tingkat akhir jurusan pendidikan guru sekolah dasar di salah satu perguruan swasta di cirebon, aku memiliki satu bisnis yaitu bisnis online dengan nama “M-Agung Online Store” bisnis online ini aku baru menjadi seorang dropship yang sudah aku jalani sejak beberapa bulan lalu, aku memasarkan produk yang ku jual melalui dua media sosial yaitu pada Blackberry Meseger (BBM) dan FansPage Facebook ( https://www.facebook.com/M.AgungOnlineStore ). kemudian anak yang terakhir adalah Bagus Saeful Rahman si bungsu yang sekarang sudah duduk di bangku sekolah  menengah pertama.
Sebagai seorang pria, aku memiliki banyak rencana dan menginginkan kesuksesan agar bisa mensejahterakan keluargaku suatu saat nanti. Aamiin..


Ditulis : 10/11/2015 pkl. 21.30 WIB.
Oleh : Mochammad Agung Triana.

Minggu, 04 Oktober 2015

Obrolan Ringan Menuju Malam

Kesuksesan...ya kali ini kita membicarakan mengenai kesuksesan.
apa sih sukses itu? bagi sebagian anak muda mengartikan sukses adalah "Menjadi orang kaya" tapi bagi sebagian orang lagi mengartikan sukses adalah "mencapai target" . saya sendiri setuju mengartikan sukses adalah "mencapai target" karena memang umumnya seperti itu, sesuatu yang telah mencapai target adalah "sukses". contohnya kita memiliki rencana, bayangkan saya adalah seorang pengusaha atau pedangang sajalah agar lebih mudah di bayangkan, saya seorang pedagang pakaian dan saya memiliki target barang dagangan saya bulan ini harus terjual 100pcs. nah ketika barang dagangan saya terjual 100pcs dalam 1 bulan berarti saya telah mencapai target penjualan saya dan saya "sukses" menjadi pedagang pakaian pada bulan ini. dan ketika barang dagangan saya tidak terjual sebanyak 100pcs yg saya targetkan berarti saya "tidak sukses" karena "tidak mencapai target". itu sedikit contoh mengenai kata "SUKSES" menurut saya, mohon maaf jika argument para pembaca tidak sama dengan argument saya karena berbeda kepala pasti berbeda pemikiran dan pasti berbeda argument.
nah sekarang kita pasti pernah mendengar seorang anak atau  remaja jika kita menanyakan "apa cita-citamu" kemudian ia menjawab  "saya ingin menjadi orang sukses". terkadang saya bingung dengan jawaban itu, yang dimaksud "menjadi orang sukses" itu seperti apa??menurut saya jawaban itu harus lebih di kerucutkan lagi agar mudah di pahami oleh semua kalangan. artinya cita-cita itu harus lebih di targetkan lagi, misalnya "saya ingin menjadi dokter" nah berarti dia memiliki target untuk menjadi dokter dan ketika dia sudah mencapai targetnya menjadi dokter maka dia telah mencapai kesuksesan.
jadi inti dari perbincangan ini adalah "Sukses" = "mencapai Target"
Terimakasih telah mau membaca, semoga wawasan pembaca yang terhormat menjadi bertambah.
selamat malam, sukses selalu.

Penulis : M. Agung Triana
04 Oktober 2015   20:51 WIB.