Minggu, 26 April 2015


MEMAHAMI HAKIKAT MANUSIA, ENERGI DAN SDA

A.    HAKIKAT MANUSIA
Hakikat manusia dalam pandangan ilmu sosiologi menurut Bapak Agus Comte “konsep manusia dalam ilmu sosiologi belum sepenuhnya melihat manusia sebagai mahluk yang utuh dan mandiri”. Comte berpendapat bahwa masyarakatlah yang menentukan individu. Baginya manusia itu ada untuk masyarakat dan masyarakatlah yang menentukan segala-galanya. Comte melihat bahwa manusia adalah non-rational. Oleh karena itu menurutnya “individual liberty” justru akan menimbulkan bahaya bagi keutuhan masyarakat itu sendiri. Demikian juga dalam masyarakat, tak seorangpun dapat berpendapat lain dari pada apa yang telah diputuskan oleh golongan tertinggi masyarakat itu, yaitu “The Intellectua Scientific Religious Group.” Ini berarti bahwa manusia adalah hanya suatu bagian dari masyarakat. Ia hidup dalam masyarakat tetapi ia tidak dapat mengarahkan masyarakat sesuai dengan keinginannya. Dalam pendidikan manusia diibaratkan suatu benda kosong dan adalah tugas masyarakat untuk mengisinya dengan norma-norma atau nilai-nilai yang dapat membuat masyarakat ini berbuat secara lebih terarah dalam artian tidak menggangu sistem. Oleh karena itu Sosialisasi dalam kehidupan manusia dipandang sangat penting. Namun bagi Indonesia, konsep manusia yang diberikan oleh Comte sulit untuk diterima, karena konsep tersebut terlalu memberikan porsi yang besar pada masyarakat, sedangkan individu tidak diberi kesempatan untuk aktif melakukan kegiatan kemasyarakatan. Pemerintah Indonesia bertujuan membentuk manusia seutuhnya, artinya melihat manusia tidak hanya sekedar menerima nilai-nilai masyarakat saja, tetapi ia juga dapat menciptakan nilai-nilai baru dan menyampaikannya pada masyarakat. Oleh karena itu partsipasi seluruh rakyat dalam proses pembangunan adalah sangat penting dan diperlukan. Melihat situasi yang ada di atas saya dapat menyimpulkan bahwa manusia dalam hakekat sosiologi sangat lah perlu diperhatikan dalam pendidikan karena manusia tidak bisa hidup sendiri dan perlu untuk bersosialisasi. Kemudian manusia tidak hanya sekedar menerima nilai-nilai masyarakat saja, tetapi ia juga dapat menciptakan nilai-nilai baru dan menyampaikannya pada masyarakat.

B.     HAKIKAT ENERGI
Energi di definisikan sebagai kemampuan atau kapasitas untuk melakukan suatu aktifitas dengan merubah bentuk materi. Energi juga dapat diartikan sebagai segala sesuatu yang digunakan oleh makhluk hidup atau organisme untuk menggerakan dan merubah materi dari satu bentuk ke bentuk yang lain. Energi bisa menyebabkan segala sesuatu terjadi di sekitar kita.
Penggunaan dan transformasi matei dan energi sangat dipengaruhi oleh adanya hukum alamiah yang melekat pada keduanya. Hukum ini membatasi dan mengatur manusia untuk memanfaatkan dan mengolah materi dan energi dalam lingkup ekologinya. Tidak seperti hukum yang dibuat manusia, hukum alamiah materi dan energi ini tidak dapat berubah dan selalu ada pada mekanisme pengelolaan materi dan energi.

C.    HAKIKAT SDA
Yang dimaksud sumber daya alam adalah semua bahan yang ditemukan manusia dalam alam yang dapat digunakan untuk kepentingan hidupnya. Bagi manusia, hakikat sumber daya alam sangat penting baik sumber daya alam yang berupa benda hidup (hayati) maupun yang berupa benda mati (non hayati). Kedua macam sumber daya alam tersebut dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia. Suatu negara yang banyak sumber daya alamnya maka negara tersebut akan menjadi negara yang kaya.
Pemanfaatan sumber daya alam ditentukan berdasarkan kegunaan sumber daya alam tersebut bagi manusia. Oleh karena itu, nilai suatu sumber daya alam juga ditentukan oleh nilai kemanfaatannya bagi manusia. Misalnya lahan pertanian yang subur dapat dijadikan daerah pertanian yang potensial.
Manusia (penduduk) suatu negara merupakan sumber daya bagi Negara tersebut karena manusia dapat memberikan manfaat bagi negaranya, seperti tenaga kerja, kemajuan ilmu pengetahuan, dan teknologi yang dapat meningkatkan ekonomi negara
Miller (1982:7) mendefinisikan sumber daya alam sebagai segala sesuatu yang berdaya guna dan dibutuhkan organisme baik yang hidup secara soliter maupun berkelompok. Sumber daya alam merupakan materi-materi dari bumi yang dapat digunakanseperti, batu bara, minyak bumi, gas alam, termasuk pepohonan. Manusia menggunakan sumber daya alam sebagai materi-mater dasar untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.
Air, tanah dan bahan-bahan alam memberi manusia makanan dan energi, sedangkan bahan bakar fosil menyediakan energi pembangkit untuk kebutuhan seperti transportasi atau industri. Sebagian besar sumber daya alam yang digunakan manusia juga sangat penting untk tumbuhan dan hewan liar guna kebutuhan petahanan hidup.
Materi-materi ini muncul dan ada secara alamiah sejak masa silam pembentukan sampai akhir masa evolusi alam semesta kelak. Materi-materi itu, sebagai mana diuraikan sebelumnya, terbentuk dan tersusun atas partikel-pertikel baik atom, molekul, maupun ion-ion, dalam jumlah dan formula tertentu. Komposisi partikel-pertikel ini merupakan potensi energi bagi materi tersebut, baik energi potensial maupun energi kinetik.


Referensi :
2.      Sudjoko dkk, Pendidikan Lingkungan Hidup, (Jakarta : Universitas Terbuka, 2008), hal 2.3
3.      Sudjoko dkk, Pendidikan Lingkungan Hidup, (Jakarta : Universitas Terbuka, 2008), hal 2.4
5.      Sudjoko dkk, Pendidikan Lingkungan Hidup, (Jakarta : Universitas Terbuka, 2008), hal 2.8

6.      Sudjoko dkk, Pendidikan Lingkungan Hidup, (Jakarta : Universitas Terbuka, 2008), hal 2.9

Kamis, 25 Desember 2014

Tertipu Asmara

                                                 "Tertipu  Asmara"
                                                    -Agung Ganix-


(*)
Am      Em     F            C
Sejak awal aku tak percaya
Dm                      G      C           E
apa yang kau katakan padaku
Am     Em     F             C
sejak awal aku sudah menduga
D                        E
akan begini jadinya


Reff:
Am                      Em
Jangan kau buat diriku sedih
F                                       C
aku tak sanggup untuk menahan
Am                      Em
jangan kau buat aku menangis
F                              E
hati ini sudah tak sanggup


(**)
Dm      G                   C
aku hanya manusia biasa
Dm                                  E
yang ku punya hanyalah cinta

Dm  G  C
Dm  E

Back to : Reff    (*)    (**)

Jumat, 21 November 2014

Kerjaan sampingan buat mahasiswa

Hay visiter my blog, kali ini saya akan memberikan beberapa saran buat kalian para mahasiswa yang ingin memiliki usaha sampingan atau tambahan buat uang jajan.
oke saya akan sebutkan satu persatu kerjaan sampingan yang menurut saya cocok buat mahasiswa.

1. Mengajar Bimbel
bagi kalian para mahasiswa yang memiliki kecerdasan yang cukup, gak ada salahnya kalian membuka kursus bimbel, selain kalian dapat menyalurkan ilmu yang kalian  miliki kepada adik2, kalian juga bisa dapat uang tambahan dari sumbangan adik2 yang kalian bimbing. mengajar bimbel juga tidak memerlukan tempat khuusus, bisa dilakukan dimana saja, bisa di teras rumah atau tempat2 umum lain'y. nah mudahkan??? good luck sob. :)

kemudian opsi usaha sampingan yang lainnya adalah
2. mengkredit barang
untuk mahasiswa yang memiliki waktu luang dapat mengkreditkan barang2 keperluan rumah tangga, pakaian, atau mainan2 untuk anak2, kalian bisa menawarkan barang kepada tetangga, sodara, teman, atau ke desa tetangga yang tidak terlalu jauh.

3. jualan
jualanpun tidak ada salahnya bagi seorang mahasiswa, jualan makanan yang unik dan murah meriah di sekitar kampus atau di tempat2 yang  ramai, peluang meraup untung besar pun besar peluangnya.

4. Bisnis Pulsa
Bagi mahasiswa yang tidak gengsian bisa memulai bisnis pulsa dan menjajakan pulsa ke teman2 kelas, tetangga, sodara maupun teman sepermainan di kampung.

5. Jasa Antar Barang / delivery
Untuk kalian mahasiswa yang memiliki SIM dan kendaraan pribadi tidak ada salahnya kalian menjadi kurir barang atau delivery di luar jam kuliah tentunya. delivery terkadang dapat uang fee dari pelanggan yang telah di antarkan pesanannya, dan uang fee adalah diluar uang honor kalian. jadi lumayan lah.

6. Reseller
Kalian para mahasiswa yang memiliki kemampuan memasarkan barang dengan baik, kalian bisa mencoba menjadi reseller, kalian bisa bekerja sama dengan pengerajin barang2 tertentu dan kalian membantu memasarkannya, bisa langsung ke toko2 bisa juga melalui internet atau jejaring sosial seperrti FB, BBM atau yg lainnya.

oke teman-teman mahasiswa, mungkin itu saja beberapa opsi untuk kalian yang berminat memiliki pekerjaan sampingan diluar jam kuliah, semoga sukses...



Sabtu, 29 Maret 2014

Tips Cerdas Memilih presiden 2014

Tips Memilih Calon Presiden Yang Tepat - Sebentar lagi pemilu alias pemilihan umum untuk calon pemimpin-pemimpin kita termasuk calon Presiden. Masa kampanye pun udah dimulai dan seperti biasa mereka-mereka yang mencalonkan diri sebagai calon pemimpin kita itu memberikan sebuah "presentasi" tentang apa aja yang bakal mereka lakukan JIKA terpilih nanti. Tapi biasanya sih itu cuma jadi sekedar janji aja, entah kapan realisasinya. Inget!! Biasanya loh ya!

Emang sih, gak gampang buat mewujudkan apa yang dijanjikan oleh mereka. Apalagi rakyat di Indonesia itu maunya yang instant alias cepet. Kalo dalam beberapa bulan aja gak ada hasil, pasti udah dianggep gagal lah, omong doank, atau apalah. Padahal semuanya perlu proses dan waktu kan? Tapi pertanyaannya apakah mereka (para "pemimpin") sudah melakukan usaha untuk merealisasikannya? Nhaini yang jadi point penting! Jangan sampai deh kita salah pilih pemimpin yang cuma kasih janji manis doank tanpa ada niat untuk merealisasikannya alias PHP (Pemberi Harapan Palsu) atau apalah itu namanya. Khususnya untuk calon pemimpin (yang bisa dibilang) tertinggi di negara kita, yaitu Presiden.

Terus apa saja yang harus diperhatikan sebelum memutuskan untuk memilih calon pemimpin khususnya presiden? Nah pada posting kali ini mimin bakal berbagi tips untuk memilih calon pemimpin yang tepat untuk kita berdasarkan opini mimin baik itu calon presiden maupun calon wakil rakyat lainnya. Yaa itung-itung cuma buat sekedar share aja lah, siapa tau bermanfaat buat para pemirsa pembaca. Oke, kita langsung aja ke TKP :D

Seorang pemimpin itu tanggung jawabnya besar loh, dan gak sembarang orang bisa jadi pemimpin yang baik. Nah salah satu kriteria pemimpin yang baik adalah bagaimana dia disiplin dalam berbagai hal. Tapi disiplin disini artinya luas loh, bukan cuma mencakup disiplin soal waktu aja. Disiplin dalam bertutur kata, dalam arti mampu menjaga perkataannya agar tidak menyinggung atau menyakiti perasaan orang lain atau menjelek-jelekkan dan terus mencari kesalahan sekecil apapun dari pesaingnya (kecuali memang beneran salah ya). Ini penting karena mereka yang terus mencari kesalahan pesaingnya bisa mimin pastikan bahwa mereka itu gak sportif dan gak mau kalah dan sifat itu jelas gak baik bagi seorang pemimpin karena sudah pasti egonya sangat tinggi alias lebih mementingkan dirinya diatas orang lain.

Terus yang kedua adalah disiplin dalam pekerjaannya, dalam arti gak sering bolos waktu jam masuk kantor. Nah dalam hal ini yang menjadi sorotan mimin adalah para PNS yang sering mangkir sampai masuk berita itu. Kalau ada salah satu pemirsa yang tau atau kenal dengan orang yang sering bolos saat bekerja, sebaiknya jangan dipilih deh kalau dia mencalonkan diri sebagai wakil rakyat. Soalnya udah pasti orang yang seperti itu gak bisa memegang tanggung jawab dengan baik!

Dan yang ketiga adalah sikap tegas. Eits, tegas bukan berarti harus judes atau galak loh! Tegas disini artinya ya gak bertele-tele dan mengambil keputusan tanpa kompromi. Maksudnya, dia akan langsung mengambil tindakan seperti "ya atau tidak", "kerjakan atau tinggalkan". Ngerti kan maksud mimin? Iya semoga #eh. Kalau orang itu punya sifat tegas, sudah pasti dia juga disiplin. Karena sifat tegas itu mencerminkan kedisiplinan terhadap dirinya sendiri, disiplin terhadap peraturan dan keputusannya.
Kalau bisa ya kerjakan, kalau ada yang tidak beres ya perbaiki, kalau berbuat salah ya hukum, kalau tidak benar ya berarti salah #eh
Nah itulah beberapa poin penting dari seorang pemimpin versi mimin. Apa pemirsa punya poin tambahan atau poin yang berbeda? Ya itu sih haknya pemirsa :D. Intinya, pemimpin yang baik adalah mereka yang mampu memimpin atau mengendalikan dirinya sendiri dengan baik. Karena hal yang besar dimulai dari hal yang kecil toh? Gimana mau mengendalikan orang banyak kalau mengendalikan dirinya aja gak becus? Misalnya sikap sok hebat, itu jelas tidak mencerminkan pengendalian diri yang baik. Apalagi sampai cari perkara macem-macem di social media #eh. Wah itu mah gak dewasa banget yaa #uhuk.

Gak usah memilih karena ikut-ikutan temen, tiap orang bebas memilih kok. Dan siapapun pemimpin yang kalian pilih, itu akan menjadi rahasia kalian sendiri. Jadi temen-temenmu gak bakal tau kecuali emang kamu kasih tau yaa. Meskipun kita gak menemukan sosok pemimpin ideal menurut kita, mimin sangat tidak menyarankan untuk golput meskipun itu juga sepenuhnya hak kalian para pemilih. Kenapa? Karena bisa aja orang malah banyak memilih pemimpin yang manis di janji aja seperti yang udah mimin sebut diatas. Emang pemirsa mau dipimpin sama orang yang begitu? Makanya setidaknya manfaatkanlah hak pilih pemirsa minimal untuk "mencegah" calon pemimpin yang gak beres untuk menjadi pemimpin kita. Karena satu suara aja bakal berpengaruh loh.
Tapi kalo emang pengen golput, mending baca artikel ini dulu deh
Dan mimin punya pesan untuk para calon (khususnya presiden) jika nantinya akan benar-benar menjadi pemimpin bagi Indonesia:
Tolong donk pak/bu/om/tante/ berfokus aja dengan kepentingan negara kita khususnya seluruh rakyat Indonesia. Lupakan dulu kepentingan-kepentingan partai karena pastinya akan mengganggu pikiran dan kinerja kalian. Bukannya menyarankan untuk bersikap "tidak tau balas budi", tapi itu demi menjaga ketulusan kalian (kalau memang benar-benar tulus). Karena kalau kalian masih saja terikat dengan kepentingan partai, itu artinya kalian hanyalah sebuah robot, dimana robot tidak punya inisiatif dalam mengambil keputusan terbaik. Dan itu artinya kalian tidak pantas untuk memimpin kami, RAKYAT INDONESIA. :)

pandangan teoritis bahasa indonesia

BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
Pemerolehan bahasa anak sangat mendasari pada kemampuan mengajarkan bahasa Indonesia di sekolah dasar kepada para siswa, terutamanya di kelas rendah, karena karakter setiap anak akan berbeda sehingga dengan mempelajari pemerolehan bahasa dan landasan berbahasa Indonesia seorang guru dapat menatasinya.
Pemerolehan bahasa adalah preses yang beralngsung di dalam otak anak-anak ketika ia memperoleh bahasa pertamanya dari ibunya. Pemerolehan bahasa biasanya dibedakan dengan mempelajari bahasa. Pemebelajaran bahas berkaitan dengan proses yang terjadi pada anak setelah mempelajari bahasa kedua, setelah ia memperoleh bahasa pertamanya.

B.     Tujuan
Adapun tujuan dari pembuatan makalah ini adalah agar para pembaca yang sekarang masih menjadi mahasiswa dapat mengetahui perkambangan bahasa yang dilalui oleh anak-anak mengenai landasan dan prinsip-prinsipnya serta implikasinya dalam pembelajaran bahasa Indonesia di sekolah .





BAB II
PEMBAHASAN

A.    LANDASAN DAN PRINSIP-PRINSIP DASAR PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA

1.    Landasan Pembelajaran Bahasa Indosensia
a.        Landasan formal
Tujuan pengajaran bahasa Indonesia di SD secara umum mengacu pada kemampuan memahami bahasa Indonesia dari segi bentuk, makna dan fungsi serta menggunakannya secara tepat dan kreatif untuk bermacam-macam tujuan, keperluan, dan keadaan secara lisan ataupun tertulis (Resmini, 1998).

b.         Landasan teoritik-konseptual
Landasan teoritik dan konseptual merupakan sejumlah pendekatan yang melandasi pembelajaran bahasa Indonesia di sekolah dasar. Prndekatan yang dimaksud adalah pendekatan komunikatif yang dijiwai teori fungsionalisme, pendekatan tematis-integratif, dan pendekatan proses.

c.         Landasan operasional
Dalam praktik pembelajaran bahasa Indonesia peranan buku teks sebagai salah satu sumber pembelajaran sangat penting. Buku teks harus diseleksi, dianalisis, dan dibandingkan dengan butir-butir pembelajaran yang ada di kurikulum sehingga ada keterkaitan dengan proses hasil belajar.


2.    Prinsip-Prinsip Dasar Pembelajaran Bahasa Indonesia
Tujuan pembelajaran pada dasarnya adalah rumusan kualifikasi kemampuan yang harus dicapai oleh siswa setelah melakukan proses pembelajaran. Sasaran dari tujuan pembelajaran meliputi bidang kognitif, afektif dan psikomotor. Secara khirarkis tujuan dapat di urutkan dari mulai yang bersifat umum atau jangka panjang sampai pada tingkat tujuan jangka panjang sampai dengan yang spesifik.
Pembelajaran merupakan suatu sistem lingkungan belajar yang terdiri dari unsur dan tujuan, bahan pelajaran, strategi, alat, siswa dan guru. Semua unsur atau komponen tersebut saling berkaitan, saling mempengaruhi, dan semuanya berfungsi dengan berorientasi kepada tujuan. Pembelajaran bahasa Indonesia yang di tata dan di atur sedemikian rupa dengan di dasarkan pada berbagai aspek yang menyangkut aspek konsep pembelajaran bahasa Indonesia.

Pembelajaran bahasa Indonesia dilaksanakan dengan mengacu pada wawasan pembelajaran yang dilandasi prinsip-prinsip berikut :

a. humanisme.
b. progresivisme.
c. rekonstruksionisme.

1)           Prinsip humanisme berisi wawasan sebagai berikut:
a)  Manusia secara fitrah memiliki bekal yang sama dalam upaya  memahami sesuatu
b)    Prilaku manusia dilandasi motif dan minat tertentu
c)   Manusia selain memiliki kesamaan juga memiliki kekhasan



2)           Prinsip progresivisme beranggapan bahwa:
a)    Penguasaan pengetahuan dan keterampilan tidak  bersifat mekanistis tetapi memerlukan daya kreativitas
b)    Dalam proses belajarnya siswa seringkali dihadapkan pada masalah yang memerlukan pemecahan secara baru.

3)           Sedangkan prinsip rekonstruksi mengangap bahwa proses belajar disikapi sebagai kreativitas dalam menata serta menghubungkan penganalaman dan pengetahuan hingga memebentuk suatu keutuhan.

KBM juga dirancang dengan mengikuti prinsip-prinsip belajar mengajar dan prinsip motivasi belajar. Adapun prinsip-prinsip kegiatan mengajar tersebut antara lain sebagai berikut:

1.       Pembelajaran berpusat pada anak sebagai pembangun pengetahuan
KBM perlu menempatkan siswa sebagai subjek belajar dan juga mendorong siswa untuk mengembangkan potensinya secara optimal dan seimbang.

2.       Keseimbangan etika, logika, estetika dan kinestika
Pelaksanaan proses pembelajaran harus menyeimbangkan komponen etika, logika, estetika, dan kinestika siswa. Pengembangan etika dilaksanakan dalam rangka dalam rangka penanaman nilai-nilai sosial dan moral termasuk menghargai dan mengangkat nilai-nilai pluralitas dan nilai-nilai universal. Pengembangan estetika menempatkan pengalaman belajar dalam konteks holistik dan total untuk memberikan ruang bagi pengalaman estetik dengan melalui berbagai kegiatan yang dapat mengekspresikan gagasan, rasa, dan karsa. Logika yang dikembangkan termasuk berpikir kreatif dan inovatif dengan keseimbangan yang nyata antara kognisi  dan emosi dapat memberikan keterampilan kognitif sekalipun keterampilan interpersonal.

3.       Melakukan sesuatu yang nyata unntuk pengembangan keterampilan hidup
Pembejaran harus menyiapkan peserta didik agar mampu mengembangkan keterampilan hidup untuk menghadapi tantangan hidup yang terjadi di masyarakat. Beberapa aspek utama keterampilan hidup antara lain kerumah tanggaan, pemecahan masalah, berpikir kritis dan kreatif, komunikasi, kesadaran diri, menghindari stress, membuat keputusan, hubungan interpersonal, dan pemahaman berbagai bentuk pekerjaan serta kemampuan vokasional disertai sikap positif terhadap kerja.

4.       Mengembangkan kemampuan sosial dan emosional siswa
Siswa akan lebih mudah membangun pemahaman apabila dapat mengkomunikasikan gagasannya kepada siswa lain atau guru. Interaksi memungkinkan terjadinya perbaikan terhadap pemahaman siswa melalui diskusi, saling bertanya dan saling menjelaskan. Interaksi dapat ditingkatkan dengan belajar kelompok.

5.       Menegembangkan keingintahuan, imajinasi dan fitrah ber-Tuhan
Siswa dilahirkan dengan memiliki rasa ingin tahu, imajinasi, dan fitrah ber-Tuhan. Rasa ingin tahu dan imajinasi merupakan modal dasar untuk bersikap peka, kritis, mandiri, dan kreatif serta untuk bertaqwa kepada Tuhan. KBM perlu memperhatikan rasa ingin tahu, imajinasi, dan fitrah ber-Tuhan agar bermakna bagi siswa.

6.       Mengembangkan kemampuan memecahkan masalah
KBM hendaknya dipilih dan dirancang agar mampu mendorong dan melatih siswa untuk mampu mengidentifikasi masalah dan memecahkannya dengan menggunakan kemampuan kognitif dan metakognitif. Selain itu, KBM hendaknya merangsang siswa untuk secara aktif mencari jawaban atas permasalahannya dengan menggunakan prosedur ilmiah.

7.       Mengembangkan kreativitas siswa
KBM harus memberikan kesempatan dan kebebasan berkreasi secara berkesinambungan untuk mengembnagkan dan mengoptimalkan kreativitas siswa.

8.       Mengembangkan kemampuan mengguanakan ilmu, teknologi informasi dan  
 komunikasi
KBM perlu memberikan peluang agar siswa memperoleh informasi dan multimedia setidaknya dalam penyajian materi dan penggunaan media pembelajaran.

9.       Menumbuhkan kesadaran sebagai warga negara yang baik
KBM perlu memberikan wawasan nilai-nilai moral dan sosial yang dapat membekali siswa agar menjadi warga masyarakat dan warga Negara yang bertanggung jawab.

10.   Belajar sepanjang hayat
KBM perlu mendorong siswa untuk dapat melihat dirinya secara positif, mengenali dirinya baik kelebihan maupun kekurangannya untuk kemudian dapat mensyukuri apa yang telah dianugerahkan oleh Tuhan YME.

11.   Perpaduan kompetisi, kerjasama dan solidaritas
KBM perlu memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengembangkan semangat berkompetensi secara sehat untuk memperoleh insentif, bekerja sama dan solidaritas.

Sehubungan dengan hal-hal yang berkaiatan dengan bahasa KBM Indonesia, maka guru dituntut agar memiliki sedikitnya tiga kompetensi berikut:

1.      Kompetensi kognitif
Yakni kemampuan intelektual seperti penguasaan mata pelajaran, pengetahuan tentang bimbingan penyuluhan, pengetahuan administrasi kelas, pengetahuan tentang cara menilai hasil belajar siswa, dan pengetahuan umum lainnya.

2.      Kompetensi sikap
Yakni kesiapan dan kesediaan  guru terhadap berbagai hal yang berkenaan dengan tugas dan profesinya.

3.      Kompetensi performansi
Yakni kemampuan guru dalam berbagai keterampilan/ berprilaku.


B.     IMPLIKASI  LANDASAN DAN PRINSIP-PRINSIP PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA

Kegiatan belajar mengajar (KBM) bahasa Indonesia harus mengacu pada prinsip-prinsip praktik pembelajaran untuk mengembangkan kompetensi peserta didik secara optimal sesuai dengan potensi yang dimiliki, kebutuhan peserta didik, keadaan sekolah, dan tuntutan kehidupan di masa depan. Dengan demikian, guru mampu mengembangkan gagasan tentang strategi mengajar yang sesuai dengan standar yang diharapkan dengan materi ajar yang aktual.



a.       Strategi pelaksanaan kurikulum
Strategi pelaksanaan kurikulum adalah cara bagaimana melaksanakan kurikulum sebagai program belajar sehingga program tersebut dapat mengarahkan peserta didik pada pencapaian tujuandan kompetensi yang telah ditetapkan.
Untuk dapat melaksanakan kurikulum, guru harus memahami tujuan dan isi program kurikulum suatu bidang studi yang disusun dalam bentuk rancangan Garis-garis besar program pengajaran (GBPP). Kurikulum bila diterjemahkan dan ditransformasikan kepada siswa akan memiliki potensi dalam mempengaruhi pribadi pesrta didik.

b.  Pandangan teoritis yang melandasi pembelajaran bahasa Indonesia
1)         Pandangan whole language
Pembelajaran bahasa mengacu padapendekatan whole language, sehingga dalam implementasinya digunakan penekatan integratif. Pelaksanaan pembelajaran bahasa Indonesia berdasarkan konsep integratif mengacu pada pengembangan dan penyajian materi pelajaran bahasa secara  terpadu.
Didasarkan pada pendekatan pengajaran bahasa yang berwawasan whole language, maka pembelajaran bahsa Indonesia harus memilki keterpaduan antara (1) pembelajaran komponen kebahasaan, pemahaman, dan penggunaan, (2) isi pembelajaran dengan pengetahuan dan pengalaman siswa, (3) perolehan pengalaman belajar siswa dengan kenyataan penggunaan bahasa sesuai dengan aktivitas penggunaan bahasa Indonesia dalam kehidupannya.


2)         Pandangan konsruktivisme
Konstruktivisme adalah salah satu filsafat pengetahuan yang menekankan bahwa pengetahuan kita adalah konstruksi (bentukan) kita sendiri. (Von glasersfeld, 1989, Matthews, 1994, dalam Suparno, 1997).
Ada beberapa kondisi belajar yang bahsa Indonesia yang sesuai dengan pandangan konstruksivisme antara lain sebagai berikut:
1.      Diskusi atau curah pendapat yang menyediakan kesempatan agar semua siswa      mengemukakan pendapat dan gagasannya.
2.      Demonstrasi dan peragaan praktik keterampilan berbahasa
3.      Kegiatan praktis lain yang member peluang kepada siswa untuk mempertanyakan, memodifikasi, dan mempertajam gagasannya.

3)         Pandangan komunikatif
Pendekatan komunikatif dimaksudkan untuk mengembangkan kemampuan berkomunikasi (yang selanjutnya disebut kompetensi komunikasi), yaitu kemampuan menggunakan bahasa untuk berkomunikasi dalam konteks yang seutuhnya. Pendekatan komunikatif yang digunakan dalam KBM mengikuti pandangan bahwa bahasa pada hakikatnya adalah alat komunikasi atau alat interaksi sosial. Dalam rambu-rambu pembelajaran, antara lain dikemukakan:
a.       Belajar bahasa Indonesia pada hakikatnya adalah belajar berkomunikasi, baik secara lisan maupun tulis
b.      Pembelajaran kebahasaan ditujukan untuk meningkatkan pemahaman dan pengguanaan bahasa Indonesia
c.       Bahasa Indonesia sebagai alat komunikasi digunakan untuk bermacam-macam fungsi sesuai dengan apa yang ingin dikomunikasikan oleh penutur.
4)       Pandangan tematis-integratif
Pendekatan tematis-integratif pembelajaran bahasa harus dilaksanakan dalam situasi dan konndisi yang sewajarnya.
5)      Keterampilan proses
Pendekatan keterampilan proses diartikan sebagai pendekatan belajar mengajar yang mengarah pada pengembangan kemampuan mental, fisik, dan sosial sebagai penggerak kemampuan yang lebih tinggidalam individu siswa.Tujuan pokok dari pemakaian keterampilan proses adalah mengembangkan kreativitas siswa dalam belajar, sehingga siswa dapat secara aktif mengolah dan mengembangkan hasil perolehan/ belajarnya. (Dikbud, 1985)








BAB III
PENUTUPAN

A.    KESIMPULAN
Berdasarkan materi-materi yang telah di paparkan di atas, maka dapat di simpulkan bahwa Pembelajaran bahasa Indonesia merupakan pengajaran secara umum yang mengacu pada kemampuan memahami bahasa Indonesia dari segi bentuk, makna dan fungsi serta menggunakannya secara tepat dan kreatif untuk bermacam-macam tujuan, keperluan, dan keadaan secara lisan ataupun tertulis. Dan bahasa Indonesia merupakan suatu mata pelajaran yang penting agar siswa maupun para pembaca bisa berbahasa dan memahami pembelajaran bahasa Indonesia lebih baik lagi.


B.     SARAN
Bagi para pembaca jangan hanya berhenti sampai disini saja mempelajari ilmu-ilmu tentang bahasa Indonesia, karena masih banyak referensi-referensi lain yang pembahasan bahasa indonesianya lebih bagus dari makalah ini. Dan juga jangan hanya mempelajari saja, tapi juga harus bisa menerapkan ilmu-ilmu yang telah didapat selama pembaca belajar.  





DAFTAR PUSTAKA


Nursalim AR, Kemampuan Berbahasa Indonesia.Pekanbaru:Intinite. 2007.
Santoso, Kusno Budi. Problematik Bahasa Indonesia. Bandung: Angkasa.1990.