Sabtu, 03 Desember 2016

Membangun Sebuah Program

                                      
Sebuah Progran atau Kegiatan jika ingin dilaksanakan tentu harus melaksanakan langkah awal, apa saja langkah awal yang harus di persiapkan? yang paling utama adalah niat dan keinginan yang kuat, jika sudah memiliki sebuah keinginan yang kuat insyaallah mental pun akan terbangun dengan sendirinya, setelah memiliki keinginan yang kuat kita harus memiliki Visi dan Misi  dalam menjalankan sebuah program, apa tujuan kita mengadakan program tersebut? apa manfaat program tersebut bagi kita, bagi lingkungan kita. dan apa misi yang akan dilakukan oleh kita dalam mencapai tujuan utama program yang sudah kita rencanakan. menurut diri saya pribadi, planing adalah sesuatu yang penting, besar atau kecil sebuah perencanaan tetap saja penting, bagaimana cara kita melakukan kegiatan untuk melaksanakan program yang sudah kita buat, bagaimana jangka pendeknya? jangka menengahnya? dan jangka panjangnya?. semua harus kita fikirkan, harus kita persiapkan di awal, agar jika suatu hari terjadi sebuah trouble, sebuah kesalahan, kita mampu mengatasinya karena kita sudah mempersiapkannya sejak awal. kemudian yang harus fikirkan selanjutnya adalah sarana, barang-barang pendukung yang akan kita gunakan dalam program kita, hal ini juga perlu dipersiapkan dengan baik. 
agar program ini bisa bertahan, maka kita harus menjaganya, mempertahankannya, bagian inilah yang dirasa cukup sulit. mempertahankan lebih sulit dari memulai, karena ketika kita sudah mencapai visi kita dalam program tersebut, kita akan terbuai sehingga disitu kita akan merasa memang, padahal jika kita tidak mempertahankannya maka kita akan kembali jatuh, kita tidak boleh terbuai, kita harus tetap fokus pada program yang kita susun dari awal. kecuali jika memang kita sudah ingin program ini berakhir. 
"memulai tak sesulit mempertahankan"
"planing adalah sesuatu yang penting sebelum memulai sebuah program"
 thanks. 
gunakan fikiranmu, lalu kerjakan apa yang kau fikirkan. 

By. Moch. Agung Triana. 

Rabu, 02 Maret 2016

MENINGKATKAN KUALITAS DIRI

Assalamualaikum wr. wb.

Setiap orang pasti ingin menjadi manusia yang berkualitas, namun bagaimana caranya? Untuk menjadi manusia yang berkualitas tentu saja kita harus meningkatkan pengetahuan, wawasan, keterampilan dan hal lainnya yang sekiranya dibutuhkan dalam dunia kerja.
Kali ini yang kita bahas adalah cara meningkatkan kualitas diri sebelum terjun kedalam dunia kerja. Contoh, misalkan kita bercita-cita memiliki pekerjaan sebagai seorang pendidik/guru, tentu saja kia harus kuliah di fakultas keguruan agar dapat menunjang kemampuan kita di dunia pendidikan. Jika kita hanya kuliah saja maka kualitas diri kita pun akan sama dengan teman-teman kuliah kita, kita akan di anggap standar. Jaman sekarang ini jika kita ingin di bayar lebih mahal, maka kita pun harus memiliki kemampuan yang lebih berkualitas, harus bisa melakukan apa yang oranglain tidak bisa. Lalu bagaimana cara kita meningkatkan kualitas? Apa saja yang harus kita lakukan? Nah, dalam dunia pendidikan tentu ada yang namanya model pembelajaran, metode pembelajaran dan lain sebagainya. Kita harus mampu menguasai kemampuan dasar untuk mengajar atau mendidik tersebut. Jika yang kita bisa hanya itu saja maka itu belum cukup untuk menambah kualitas diri kita. Kita harus mampu menyesuaikan kemampuan dengan zaman yang terus maju, saat ini jika kita ingin di anggap standar maka kita harus mampu mengoprasikan leptop, komputer, smartphone atau lain sebagainya. Itu saja belum cukup jika kita ingin di bayar mahal, kita harus menambah kualitas diri kita, kita harus memiliki keterampilan lain seperti mampu berbicara di hadapan umum, mampu membuat sebuah karya seni, mampu membina ekstrakurikuler, dan lain sebagainya. Kita harus bisa menguasai keterampilan yang orang lain tidak bisa, kita harus mampu lebih baik dari orang lain. Itulah yang akan membuat kita dibayar lebih mahal dari oranglain. Jika kemampuan kita sama dengan oranglain maka kita pun akan dibayar sama seperti orang lain, bahkan jika kemampuan kita lebih buruk dari oranglain maka bayaran kita pun akan lebih rendah dari orang lain.
Jadi bagaimana??? Mau dibayar lebih besar dari orang lain atau mau dibayar sama seperti orang lain??
Sebenarnya cara meningkatkan kualitas diri itu tidak hanya yang sudah diceritakan diatas, masih banyak cara lain untuk meningkatkan kualitas diri. Misalnya dengan menjalankan ibadah lebih rajin dan bersikap lebih ramah kepada oranglain. Perlu teman-teman ketahui bahwa tidak dapat dipungkiri orang yang kualitas dirinya lebih baik pasti pangkatnya lebih tinggi, bayarannya lebih mahal serta lebih di hormati oleh oranglain. Akan banyak tawaran pekerjaan kepada orang yang memiliki kualitas tinggi dibanding dengan orang yang memiliki kualitas standar.
Tidak pernah ada kata terlambat untuk merubah hidup menjadi lebih baik, kunci hidup sukses itu mudah, hanya perlu memperbaiki ibadah, perbaiki komunikasi dengan orang tua, perbaiki komunikasi dengan saudara, perbaiki komunikasi dengan tetangga dan teman, jangan malas dan jangan putus asa. Tetap semangat untuk berubah menjadi lebih baik. Good Luck. Ingat satu prinsip agar tidak membuat kita menjadi sombong, yaitu “Jadilah yang terbaik, JANGAN merasa yang terbaik”.

Wassalamualaikum wr. wb.


Cirebon, 1 Maret 2016

Pkl. 16.21 WIB

Senin, 01 Februari 2016

PPL Praktek Pengalaman Lapangan

Pengalaman PPL

PPL kependekan Praktek Pengalaman Lapangan, adalah sebuah kegiatan yang dilakukan oleh seorang mahasiswa yang akan memasuki semester akhir, saya akan menuliskan mengenai PPL di sebuah SD di Kota Cirebon, karena saya adalah mahasiswa yang mengambil program sudi Pendidikan guru sekolah dasar (PGSD) di sebuah Universitas di cirebon.
Kegiatan PPL ini adalah sebuah mata kuliah yang ada di semester 7 prodi PGSD dan seluruh mahasiswa wajib mengikuti kegiatan ini. Dalam PPL pun ada beberapa tahap pembekalan sebelum para mahasiswa di terjunkan ke tempat PPL yang telah di tentukan oleh universitas, pembekalan ini dimaksudkan untuk memantapkan para mahasiswa agar ketika di terjunkan di tempat PPL mereka sudah memiliki bekal yang dapat di aplikasikan nantinya.
Saya sendiri mendapatkan tempat PPL di sebuah Sekolah dasar di pesisir cirebon, sehingga tidak mudah untuk mengajari peserta didik disana, karena lingkungan mereka adalah pesisir sehingga nada bicara nya keras, keras bukan berarti kasar. Dan sikap mereka juga mungkin terbilang kebanyakan kurang sopan, disini saya katakan “kebanyakan” karena tidak semuanya mereka itu tidak sopan, masih ada beberapa anak yang memiliki sopan santun yang baik. Hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi kami para mahasiswa yang di tempatkan di SD ini, dalam kegiatan PPL mahasiswa tidak akan di tempatkan seorang diri di tempat PPL, mahasiswa akan dikelompokan agar bisa mencari solusi bersama jika ada masalah yang dihadapi dan bisa berjuang bersama tidak berjuang sendiri. Di SD ini saya dan teman-teman lain yang jumlah nya 12 orang termasuk saya harus berjuang membimbing, mendidik dan mengajari anak-anak usia SD yang memang masih butuh bimbingan dan didikan.
Setibanya kami di sekolah dasar ini kami disambut hangat oleh para guru, kepala sekolah dan steakholder lainnya. Rupa-rupanya kepala sekolah dan para guru ini ternyata menaruh harapan besar pada kami para mahasiswa yang akan melakukan PPL di SD ini, para guru ini berharap kami dapat membantu di sd ini semaksimal mungkin yang kebetulan beberapa pekan kedepan akan diadakan akreditasi di sd ini. Kami di minta untuk ikut membantu segala sesuatunya untuk melengkapi berkas dan merapihkan keadaan sekolah agar ketika proses akreditasi berlangsung sekolah yang kami tempati untuk PPL ini bisa mendapatkan akreditasi yang sesuai harapan para warga sekolah.
Alhamdulilah kepala sekolah di SD yang kami tempati untuk PPL ini ternyata orangnya sangat baik sekali, beliau menganggap kami ini seperti anak-anak nya sendiri karena memang beliau sudah tidak muda lagi dan beliau juga berkata bahwa beliau tidak lama lagi akan pensiun. Kami pun yang sudah diperlakukan baik oleh kepala sekolah menganggap beliau seperti bapak kami sendiri, tak segan-segan kami menemui beliau jika ada sesuatu yang perlu dibicarakan atau ada sesuatu yang kami butuhkan. Beliau berharap kami sebagai generasi muda penerus bangsa khususnya di bidang pendidikan bisa membangun bangsa di masa depan menjadi lebih baik.
Siswa-siswi para peserta didik di sekolah ini pun ternyata memiliki semangat belajar yang hebat, kami harus pandai-pandai membuat suasana pembelajaran menjadi semenarik mungkin, agar para peserta didik tidak cepat bosan dengan kegiatan belajar dan tetap semangat mengikuti proses kegiatan belajar mengajar. Namun sekali lagi mereka adalah anak-anak yang luar biasa, tidak mudah untuk mendidik dan membimbing mereka merubah perilaku-perilaku yang kurang baik menjadi perilaku yang baik. Namun tantangan ini pun membuat kami jadi bersemangat dan lebih tertantang karena jika kami berhasil mendidik dan membimbing anak-anak di sekolah ini dengan baik maka kami tidak akan kesulitan jika ditempatkan di sd lain karena sudah terbiasa mendidik dan membimbing anak-anak yang luar biasa disini.
Banyak pengalaman menarik yang saya dengar dari teman-teman seperjuangan saya teman satu kelompok di sd ini, mereka bercerita tentang sulitnya mendidik sikap dan perilaku siswa-siswi disini ada yang sulit diatur ketika sedang proses belajar, ada yang tutur katanta kasar atau tidak sopan terhadap seorang guru bahkan ada pula siswa yang menantang guru untuk berduel. Saya sendiri mengalami tantangan duel tersebut dari salah seorang murid kelas atas, yang saya lihat memang perilaku anak tersebut tidak segan untuk memukul atau menendang temannya sendiri. Saya sendiri tidak habis pikir, jika masih sd saja kelakuan anak-anak ini sudah sperti ini, bagaimana nanti jika sudah remaja, mungkin mereka akan ikut-ikutan kegiatan negatif yang di sebut tawuran atau yang lainnya, dan bagaimana nanti jika mereka sudah dewasa, kami khawatir jika nanti mereka tidak berguna bagi keluarga, masyarakat ataupun bangsa. Entah lingkungan rumah tempat tinggal mereka yang seperti itu atau korban dari tayangan-tayangan di TV. Karena kami yakin bahwa orangtuanya pun pasti memberi tahu mana yang baik dan tidak baik, karena sejahat-jahatnya orang tua pasti ingin anak nya menjadi orang yang baik.
Dan akhirnya dalam waktu yang sudah di tentukan oleh pihak universitas maka kami tidak bisa berlama-lama di sekolah ini, kami hanya memiliki waktu 3bulan saja untuk menjalankan kegiatan PPL dan selama 3 bulan ini kami sudah maksimal mengamalkan ilmu dan wawasan yang kami miliki kepada anak-anak disini, walaupun tidak 100% perilaku anak-anak disini berubah menjadi lebih baik, namun ada rasa bangga di hati kami sudah bisa merubah sifat mereka walaupun tidak banyak. Dan mudah-mudahan pelajaran yang kami sampaikan selama ini bisa di pahami oleh mereka semua dan bisa di amalkan dengan baik.
Di akhir kami berada disekolah ini, pada saat perpisahan banyak anak yang mengirimkan surat yang isinya tentang kesan dan pesan mereka selama di ajar dan di didik oleh kami para guru PPL, ada sebagian dari mereka yang ingin kami tetap berada di sekolah ini dan mengajari mereka lebiih lama lagi, namun apa daya karna kami di beri waktu yang terbatas oleh universitas dalam melaksanakan PPL maka kami tidak bisa menuruti keinginan anak-anak disini.
Setelah 3 bulan berlalu terhitung sejak kami mulai melaksanakan PPL di sd ini pada tanggal 23 November 2015 hingga kami berpisah dengan anak-anak dan guru-guru di sd ini pada tanggal 1 febuari yang seharusnya tanggal 30 Januari, karena ada beberapa faktor yang menjadi halangan sehingga terpaksa kami melaksanakan perpisahan pada tanggal 1 febuari 2016.
Selamat tinggal anak-anak didikku, jadilah kalian anak yang kuat, anak yang cerdas dan raihlah mimpi-mimpi yang telah kalian gantung dilangit. Kami para guru PPL akan selalu mendukung kalian untuk melakukan hal-hal positif. Senyum canda tawa sikap tingkah laku kalian telah terlukis di memory kami.
Saya yakin guru-guru PPL tidak akan lupa kepada kalian wahai anakku tertama anak-anak yang sering menjadi perbincangan guru-guru PPL di sela-sela jam istirahat.




Ditulis :
Oleh                : Mochammad Agung Triana

Waktu             : 01/02/2016  Pkl. 23.24 WIB

Selasa, 10 November 2015

MOCHAMMAD AGUNG TRIANA

Mochammad Agung Triana
 MOCHAMMAD AGUNG TRIANA adalah seorang pria kelahiran 1 September 1993 yang memiliki nama panggilan Rian jika di lingkungan rumah dan keluarga besar, namun jika diluar rumah nama panggilannya adalah Agung, nama panggilan ini dimulai sejak memasuki masa sekolah menengah pertama (SMP) hingga sekarang. Aku adalah anak ketiga dari empat bersaudara yang semuanya adalah laki-laki. Aku terlahir di keluarga sederhana, ayahku hanya bekerja sebagai  tukang bangunan, yang padahal dulu sudah bekerja di suatu perusahaan, namun ada seorang rekan kerjanya yang membawa kabur semua uang karyawan. Entah sekarang bagaimana nasib perusahaan tersebut. Ibuku adalah seorang tenaga pendidik (Guru) di salah satu sekolah dasar. 
Ayah dan Ibuku di karuniai empat orang anak yang antara lain anak pertama bernama Budiman yang sebenarnya memiliki sodara kembar bernama Budidarmawan namun kakak Budidarmawan sudah almarhum ketika masih bayi. Kakakku ini sudah menikah dan kini mempunyai satu orang anak perempuan yang bernama Putri Sabila, itu artinya aku sudah memiliki satu keponakan, hehe... anak kedua dari Ayah dan Ibuku bernama Faisal Nurmansayah, ia kini tercatat sebagai salah satu mahasiswa di salah satu perguruan tinggi berbasis agama di cirebon, ia juga adalah seorang tenaga pendidik di sebuah sekolah madrasah selain sebagai musisi lokal. Kini grup band yang ia miliki tengah membangun sebuah studio musik. Nah anak yang ketiga adalah aku, Mochammad Agung Triana yang juga tercatat sebagai mahasiswa tingkat akhir jurusan pendidikan guru sekolah dasar di salah satu perguruan swasta di cirebon, aku memiliki satu bisnis yaitu bisnis online dengan nama “M-Agung Online Store” bisnis online ini aku baru menjadi seorang dropship yang sudah aku jalani sejak beberapa bulan lalu, aku memasarkan produk yang ku jual melalui dua media sosial yaitu pada Blackberry Meseger (BBM) dan FansPage Facebook ( https://www.facebook.com/M.AgungOnlineStore ). kemudian anak yang terakhir adalah Bagus Saeful Rahman si bungsu yang sekarang sudah duduk di bangku sekolah  menengah pertama.
Sebagai seorang pria, aku memiliki banyak rencana dan menginginkan kesuksesan agar bisa mensejahterakan keluargaku suatu saat nanti. Aamiin..


Ditulis : 10/11/2015 pkl. 21.30 WIB.
Oleh : Mochammad Agung Triana.

Minggu, 04 Oktober 2015

Obrolan Ringan Menuju Malam

Kesuksesan...ya kali ini kita membicarakan mengenai kesuksesan.
apa sih sukses itu? bagi sebagian anak muda mengartikan sukses adalah "Menjadi orang kaya" tapi bagi sebagian orang lagi mengartikan sukses adalah "mencapai target" . saya sendiri setuju mengartikan sukses adalah "mencapai target" karena memang umumnya seperti itu, sesuatu yang telah mencapai target adalah "sukses". contohnya kita memiliki rencana, bayangkan saya adalah seorang pengusaha atau pedangang sajalah agar lebih mudah di bayangkan, saya seorang pedagang pakaian dan saya memiliki target barang dagangan saya bulan ini harus terjual 100pcs. nah ketika barang dagangan saya terjual 100pcs dalam 1 bulan berarti saya telah mencapai target penjualan saya dan saya "sukses" menjadi pedagang pakaian pada bulan ini. dan ketika barang dagangan saya tidak terjual sebanyak 100pcs yg saya targetkan berarti saya "tidak sukses" karena "tidak mencapai target". itu sedikit contoh mengenai kata "SUKSES" menurut saya, mohon maaf jika argument para pembaca tidak sama dengan argument saya karena berbeda kepala pasti berbeda pemikiran dan pasti berbeda argument.
nah sekarang kita pasti pernah mendengar seorang anak atau  remaja jika kita menanyakan "apa cita-citamu" kemudian ia menjawab  "saya ingin menjadi orang sukses". terkadang saya bingung dengan jawaban itu, yang dimaksud "menjadi orang sukses" itu seperti apa??menurut saya jawaban itu harus lebih di kerucutkan lagi agar mudah di pahami oleh semua kalangan. artinya cita-cita itu harus lebih di targetkan lagi, misalnya "saya ingin menjadi dokter" nah berarti dia memiliki target untuk menjadi dokter dan ketika dia sudah mencapai targetnya menjadi dokter maka dia telah mencapai kesuksesan.
jadi inti dari perbincangan ini adalah "Sukses" = "mencapai Target"
Terimakasih telah mau membaca, semoga wawasan pembaca yang terhormat menjadi bertambah.
selamat malam, sukses selalu.

Penulis : M. Agung Triana
04 Oktober 2015   20:51 WIB.

Minggu, 26 April 2015

Strategi Pembelajaran PKN di SD

MEMAHAMI STRATEGI PEMBELAJARAN PKN DI SD

A.    MENJELASKAN STRATEGI PEMBELAJARAN

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), strategi adalah rencana yang cermat mengenai kegiatan untuk mencapai sasaran khusus. Syaiful Bahri Djamarah, mengartikan strategi adalah suatu garis-garis besar haluan untuk bertindak dalam usaha mencapai sasaran yang telah ditentukan.
Strategi digunakan untuk memperoleh kesuksesan atau keberhasilan dalam mencapai tujuan. Strategi berbeda dengan metode, strategi menunjuk pada sebuah perencanaan untuk mencapai sesuatu, sedangkan metode adalah cara yang dapat digunakan untuk melaksanakan strategi. Dengan kata lain, strategi adalah a plan of operation achieving something; Sedangkan metode adalah a way in achieving something.
1.      Beberapa ahli pendidikan, memberikan pengertian strategi pembelajaran dengan beragam, yaitu:
Dewi Salma Prawiradilaga. Strategi pembelajaran adalah upaya yang dilakukan oleh perancang dalam menentukan tehnik penyampaian pesan, penentuan metode, dan media, alur isi pelajaran, serta interaksi antara pengajar dan peserta didik.
Wina Sanjaya. Strategi pembelajaran merupakan rencana tindakan (rangkaian kegiatan) termasuk penggunaan metode dan pemanfaatan berbagai sumber daya dalam pembelajaran untuk mencapai tujuan tertentu.
Made Wena. Kata strategi berarti cara dan seni menggunakan sumber daya untuk mencapai tujuan tertentu. Pembelajaran berarti upaya membelajarkan peserta didik. Dengan demikian, strategi pembelajaran berarti cara dan seni untuk menggunakan semua sumber bel ajar dalam upaya membelajarkan peserta didik.
Mansur Muslih. Strategi pembelajaran merupakan cara pandang dan pola pikir guru dalam mengajar.
Dari beberapa pengertian strategi pembelajaran, disimpulkan bahwa strategi pembelajaran merupakan pendekatan dalam mengelola kegiatan, dengan mengintegrasikan urutan kegiatan, peralatan dan bahan serta waktu yang digunakan dalam proses pembelajaran, untuk mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditentukan secara aktif dan efisien.
2.      Strategi pembelajaran diklasifikasikan menjadi enam, yaitu:
Strategi pembelajaran langsung
Strategi pembelajaran langsung merupakan pembelajaran yang banyak diarahkan oleh guru. Bahan pelajaran disajikan dalam bentuk jadi dan siswa dituntut untuk menguasai bahan tersebut. pembelajaran langsung biasanya bersifat deduktif.
Strategi pembelajaran tak langsung
Strategi ini sering disebut inkuiri, induktif, pemecahan masalah, pengambilan keputusan, dan penemuan. Pembelajaran berpusat pada peserta didik, guru hanya sebagai fasilitator, dan pengelola lingkungan belajar, peserta didik diberi kesempatan untuk terlibat aktif dalam proses pembelajaran.
Strategi pembelajaran interaktif
Pembelajaran ini menekankan pada diskusi dan sharing diantara peserta didik. Diskusi dan sharing memberi kesempatan peserta didik untuk bereaksi terhadap gagasan, pengalaman, pendekatan, pengetahuan guru atau teman sebaya serta untuk membangun cara berfikir dan merasakan.

Strategi pembelajaran empiric (experiential)
Pembelajaran empirik berorientasi pada kegiatan induktif, berpusat pada peserta didik, dan berbasis aktivitas.
Strategi pembelajaran mandiri
Strategi pembelajaran mandiri merupakan strategi pembelajaran yang bertujuan untuk membangun inisiatif individu, kemandirian, dan peningkatan diri.

1.      Hakikat Strategi

Definisi strategi adalah cara untuk mencapai tujuan jangka panjang.Hakikat strategi adalah rencana yang disatukan, luas dan berintegrasi yangmenghubungkan keunggulan strategis perusahaan dengan tantangan lingkungan,yang dirancang untuk memastikan bahwa tujuan utama dari perusahaan dapatdicapai melalui pelaksanaan yang tepat oleh organisasi (Glueck dan Jauch, p.9,1989).Strategi merupakan usaha untuk memperoleh kesuksesan dan keberhasilandalam mencapai tujuan. Dalam dunia pendidikan strategi dapat diartikansebagai a plan, method, or series of activities designed to achieves a particular educational goal (J. R. David, 1976).Pada mulanya istilah strategi banyak digunakan dalam dunia militer yangdiartikan sebagai cara penggunaan seluruh kekuatan militer untuk memenangkansuatu peperangan. Sekarang, istilah strategi banyak digunakan dalam berbagai bidang kegiatan yang bertujuan memperoleh kesuksesan atau keberhasilan dalammencapai tujuan.Berikut pengertian strategi secara umum dan secara khusus:a.

Secara umumStrategi adalah proses penentuan rencana para pemimpin puncak yang berfokus pada tujuan jangka panjang organisasi, disertai penyusunan suatucara atau upaya bagaimana agar tujuan tersebut dapat dicapai. b.

Secara khususStrategi merupakan tindakan yang bersifat incremental (senantiasameningkat) dan terus-menerus, serta dilakukan berdasarkan sudut pandangtentang apa yang diharapkan oleh para pelanggan di masa depan. Dengandemikian, strategi hampir selalu dimulai dari apa yang dapat terjadi dan bukan dimulai dari apa yang terjadi. Terjadinya kecepatan inovasi pasar yang baru dan perubahan pola konsumen memerlukan kompetensi inti (core competencies). Perusahaan perlu mencari kompetensi inti didalam bisnisyang dilakukan.

2.      Hakikat Pembelajaran
Belajar adalah proses perubahan perilaku secara aktif, proses mereaksiterhadap semua situasi yang ada di sekitar individu, proses yang diarahkan padasuatu tujuan, proses berbuat melalui berbagai pengalaman, proses melihat,mengamati, dan memahami sesuatu yang dipelajari. Sedangkan mengajar sendiri
memiliki pengertianupaya guru untuk “membangkitkan” yang berarti
menyebabkan atau mendorong seseorang (siswa) belajar.Pembelajaran adalah proses interaksi peserta didik dengan pendidik dansumber belajar pada suatu lingkungan belajar. Pembelajaran merupakan bantuanyang diberikan pendidik agar dapat terjadi proses pemerolehan ilmu dan pengetahuan, penguasaan kemahiran dan tabiat serta pembentukan kepercayaanandan sikap pada peserta didik.Dengan kata lain, pembelajaran adalah proses untuk membantu pesertadidik agar dapat belajar dengan baik. (Wikipedia.com).Berikut pengertian pembelajaran, menurut:a.

Menurut Gagne dan Briggs, pembelajaran adalah suatu system yang bertujuan untuk membantu proses belajar siswa, yang berisiserangkaian peristiwa yang dirancang, disusun sedemikian rupa untuk mempengaruhi dan mendukung terjadinya proses belajar siswa yang bersifat internal b.

Menurut Slamet PH (2003) mengatakan bahwa pembelajaranmerupakan upaya sistematis dari lembaga tertentu untuk membawa peserta didik menguasai kompetensi tertentu.c.

Pembelajaran adalah memberikan kebebasan kepada siswa untuk memilih bahwa pelajaran dan cara mempelajarinya sesuai dengan mnatdan kemampuan. (Darsono Max, 2000:24)Maka dapat disimpulkan bahwa pembelajaran adalah usaha sadar dari guruuntuk membuat siswa belajar, yaitu terjadinya perubahan tingkah laku pada dirisiswa yang belajar, dimana perubahan itu dengan didapatkannya kemampuan baru yang berlaku dalam waktu yang relative lama dan karena adanya usaha.



3.      Hakikat Strategi Pembelajaran
Strategi pembelajaran adalah suatu kegiatan pembelajaran yang harusdikerjakan guru dan siswa agar tujuan pembelajaran dapat dicapai secara efektif dan efisien. Kemp (1995). Dilain pihak Dick & Carey (1985) menyatakan bahwastrategi pembelajaran adalah suatu set materi dan prosedur pembelajaran yangdigunakan secara bersama-sama untuk menimbulkan hasil belajar pada siswa.Strategi pembelajaran dapat diartikan sebagai perencanaan yang berisitentang rangkaian kegiatan yang didesain untuk mencapai tujuan pendidikantertentu. Strategi pembelajaran merupakan rencana tindakan (rangkaian kegiatan)termasuk penggunaan metode dan pemanfaatan berbagai sumber daya ataukekuatan dalam pembelajaran yang disusun untuk mencapai tujuan tertentu.Dalam hal ini adalah tujuan pembelajaran.Strategi pembelajaran merupakan hal yang perlu di perhatikan oleh seorangguru dalam proses pembelajaran. Paling tidak ada 3 jenis strategi yang berkaitandengan pembelajaran, yakni:
a.       Strategi Pengorganisasian PembelajaranReigeluth, Bunderson dan Meril (1977) menyatakan strategimengorganisasi isi pelajaran disebut sebagai struktural strategi, yangmengacu pada cara untuk membuat urutan dan mensintesis fakta, konsep, prosedur dan prinsip yang berkaitan.Strategi pengorganisasian, lebih lanjut dibedakan menjadi dua jenis,yaitu strategi mikro dan strategi makro. Startegi mikro mengacu kepadametode untuk pengorganisasian isi pembelajaran yang berkisar pada satukonsep, atau prosedur atau prinsip. Strategi makro mengacu kepada metodeuntuk mengorganisasi isi pembelajaran yang melibatkan lebih dari satukonsep atau prosedur atau prinsip. 

b.      Strategi Penyampaian Pembelajaran.Strategi penyampaian isi pembelajaran merupkan komponen variabelmetode untuk melaksanakan proses pembelajaran. Fungsi strategi penyampaian pembelajaran adalah:1)menyampaikan isi pembelajaran kepada pebelajar, dan2)menyediakan informasi atau bahan-bahan yang diperlukan pebelajar untuk menampilkan unjuk kerja.

c.       Strategi Pengelolaan PembelajaranStrategi pengelolaan pembelajaran merupakan komponen variabelmetode yang berurusan dengan bagaimana menata interaksi antara pebelajar dengan variabel metode pembelajaran lainnya. Strategi ini berkaitan dengan pengambilan keputusan tentang strategi pengorganisasian dan strategi penyampaian mana yang digunakan selama proses pembelajaran. Palingtidak, ada tiga klasifikasi penting variabel strategi pengelolaan, yaitu penjadwalan, pembuatan catatan kemajuan belajar siswa, dan motivasi.

B.     MENGANALISIS BERBAGAI STRATEGI PEMBELAJARAN PKN

Analisis Standar Kompetensi 3. Memiliki harga diri sebagai individu
1.   Kompetensi Dasar 3.1 Mengenal pentingnya memiliki harga diri
Berdasarkan analisis SK dan KD diatas maka strategi, model, metode dan media pembelajaran yang tepat adalah sebagai berikut :
a)    Strategi pembelajaran
Strategi pembelajaran yang cocok digunakan pada KD 3.1 mengenal pentingnya harga diri yaitu menggunakan strategi heuristik yaitu kegiatan pembelajaran terpusat pada siswa. Pada pembelajaran ini, guru memberikan contoh-contoh nyata yang berkaitan dengan materi dimana contoh yang diberikan oleh guru merupakan hal yang sering muncul di lingkungan sekitar siswa sehingga siswa dapat memahami apa yang disampaikan oleh guru.  Contoh : guru memberikan contoh kisah nyata tentang seseorang yang tidak mempunyai rasa percaya diri karena suatu kekurangan yang dimiliki. Dari cerita yang dibacakan oleh guru, siswa bisa mengetahui bahwa memiliki harga diri itu sangat penting dalam kehidupan sehari-hari.
b)            Model pembelajaran
·                Pembelajaran berdasarkan masalah
Pada materi ini, guru menggunakan model pembelajaran berdasarkan masalah dengan tujuan agar siswa lebih mengenal betapa pentingnya harga diri melalui suatu cerita yang disampaikan oleh guru. Misalnya guru mengambil contoh masalah yaitu mengenai dua orang yang bertengkar disebabkan oleh salah satu pihak yang merendahkan kemampuan temannya. Pada akhirnya kedua pihak tersebut bertengkar. Berdasarkan masalah yang disampaikan oleh guru, siswa diminta untuk meneliti penyebab masalah. Pada akhirnya siswa dapat menyimpulkan bahwa harga diri seseorang itu sangat penting.
Guru bisa juga memberikan suatu gambar dimana dalam gambar tersebut mengungkap suatu perilaku yang berkaitan dengan pentingnya mengenal harga diri. Misal : gambar seseorang yang mendapatkan penghargaan karena berprestasi.
c)    Metode pembelajaran
1)                  Sosiodrama
Pembelajaran dengan metode sosiodrama diharapkan mampu menambah daya serap peserta didik dalam memahami pokok bahasan yang diajarkan guru. Dalam hal ini, pokok bahasan berhubungan dengan pemecahan masalah yang berkaitan dengan kehidupan siswa sehari-hari selaku makhluk sosial. Siswa secara berkelompok mendapatkan peran masing-masing yang harus diperagakan didepan kelas. Contoh : cerita siswa yang mendapatkan suau prestasi. Harapannya sesudah mempraktikkan kegiatan ini, siswa mengetahui bahwa harga diri sangat penting dan yang bisa meningkatkan harga diri seseorang adalah orang itu sendiri.
2)                  Ceramah
Guru menggunakan suatu metode ceramah dalam menyampaikan materi mengenal harga diri kemudian siswa menanggapi hal yang disampaikan oleh guru sehingga terjadi suatu proses timbale balik antara guru dengan siswa.
3)                  Tanya jawab
Dalam kegiatan pembelajaran ini, guru beriteraksi dengan siswa melalui tanya jawab yang berlangsung. Guru melontarkan pertanyaan kepada siswa mengenai masalah yang timbul berkaitan dengan materi harga diri kemudian siswa menjawab pertanyaan dari guru. Sehingga kegiatan pembelajaran terkesan hidup.
d)   Media pembelajaran
·                     Media Cetak : Buku
·                     Media visual : Gambar seseorang yang mendapatkan penghargaan

e)    Penilaian


2.      Kompetensi Dasar 3.2 Memberi contoh bentuk harga diri, seperti menghargai diri sendiri, mengakui kelebihan dan kekurangan diri sendiri dan lain-lain
Berdasarkan analisis SK dan KD diatas maka strategi, model, metode dan media pembelajaran yang tepat adalah sebagai berikut :
a)    Strategi Pembelajaran
Strategi yang digunakan adalah heuristik atau terpusat pada aktivitas siswa. Dalam strategi ini siswa aktif dalam pembelajaran, guru hanya memberi stimulus yang dapat direspon siswa. Siswa diminta untuk memberikan contoh perilaku yang dilakukannya dalam rangka meningkatkan harga diri. Kemudian diminta untuk memberikan contoh bentuk harga diri yang pernah dilihat siswa di lingkungan keluarga maupun masyarakat.
b)    Model Pembelajaran
Pada KD 3.2 memberi contoh bentuk harga diri, seperti menghargai diri sendiri, mengakui kelebihan dan kekurangan diri sendiri dan lain-lain menggunakan model pembelajaran. Materi ini berhubungan dengan materi sebelumnya, sehingga terdapat kaitan. Guru menggunakan model pembelajaran berdasarkan masalah dimana guru menunjukkan masalah dengan didukung oleh gambar yang ada. Diharapkan siswa bisa mencari contoh lain yang berkaitan dengan upaya membentuk harga diri.
c)    Metode Pembelajaran
1)                  Metode example dan non example
Guru memberikan contoh gambar yang menunjukkan konsep meningkatkan harga diri dan membandingkannya dengan gambar yang tidak menunjukkan konsep dalam upaya mengembangkan harga diri. Kemudian siswa diminta untuk memberikan contoh lain dari perilaku yang mencerminkan peningkatan harga diri. Harapannya siswa dapat membedakan antara contoh yang baik dengan contoh yang tidak baik.
2)                  Tanya jawab
Dalam kegiatan pembelajaran ini, guru beriteraksi dengan siswa melalui tanya jawab yang berlangsung. Guru memberikan respon atas pertanyaan siswa mengenai contoh bentuk harga diri.
d)   Media Pembelajaran
1)      Media cetak
Buku
2)      Media visual
Gambar seseorang yang meningkatkan harga diri (perolehan prestasi)
Gambar seseorang yang tidak bisa menjaga harga diri

e)    Penilaian

3.    Kompetensi Dasar 3.3 Menampilkan perilaku yang mencerminkan harga diri
Berdasarkan analisis SK dan KD diatas maka strategi, model, metode dan media pembelajaran yang tepat adalah sebagai berikut :
a)    Strategi Pembelajaran
Strategi yang digunakan adalah heuristik atau terpusat pada aktivitas siswa. Dalam strategi ini siswa aktif dalam pembelajaran, sementara guru sekedar memberi stimulus yang dapat direspon siswa. Hal ini terlihat dari metode yang digunakan yaitu siswa diminta untuk mendemostrasikan didepan kelas, dengan demonstrasi ini diharapkan siswa dapat membedakan perilaku yang mencerminkan harga diri dan perilaku yang tidak mencerminkan harga diri.
b)   Model Pembelajaran
Picture and Picture
Langkah – langkah kegiatan pembelajaran:
1)      Guru menyampaikan kompetensi yang akan dicapai
Di langkah ini guru diharapkan menyampaikan apa saja yang menjadi Kompetensi Dasar mata pelajaran yang bersangkutan. Dengan demikian maka siswa dapat mengukur sampai sejauh mana yang harus dikuasainya.
2)    Guru menyampaikan materi sebagai pengantar
Penyajian materi sebagai pengantar sesuatu yang sangat penting, dari sini guru memberikan momentum permulaan pembelajaran. Kesuksesan dalam proses pembelajaran dapat dimulai dari sini. Karena guru dapat memberikan motivasi yang menarik perhatian siswa yang selama ini belum siap.
3)      Guru menunjukkan/ memperlihatkan gambar – gambar kegiatan yang berkaitan dengan materi.
4)      Setelah guru menyampaikan materi guru memperlihatkan gambar – gambar menenai perilaku yang mencerminkan harga diri misalnya, gambar seorang siswa yang tidak mencontek, membantu teman yang kesusahan, bersikap sopan terhadap orang lain, jujur, dan bertanggung jawab.
5)      Guru menunjuk/ memanggil siswa secara bergantian untuk memasang/mengurutkan gambar – gambar menjadi urutan yang logis.
6)      Guru menyediakan tabel untuk memasangkan gambar perilaku yang mencerminkan harga diri dan gambar yang tidak mencerminkan harga diri. Kemudian guru menyiapkan gambar – gambar tersebut ke sebuah tempat yang berbeda, Guru memanggil salah satu siswa secara acak untuk memasangkan gambar ke depan sesuai petunjuk yang diberikan oleh guru.
7)      Guru menanyakan alasan/dasar pemikiran urutan gambar tersebut
8)      Dari alasan/ urutan gamabr tersebut guru mulai menanamkan konsep/ materi sesuai dengan kompetensi yang ingin dicapai
9)      Guru memberikan penekanan-penekanan pada hal yang dicapai dengan meminta siswa lain untuk mengulangi, menuliskan atau bentuk lain dengan tujuan siswa mengetahui bahwa hal tersebut penting dalam pencapaian KD dan indicator yang telah ditetapkan. Pastikan bahwa siswa telah menguasai indicator yang telah ditetapkan.
10)  Kesimpulan
Di akhir pembelajaran, guru bersama siswa mengambil kesimpulan
sebagai penguatan materi pelajaran.
     Dari kegiatan tersebut diharapkan siswa dapat memahami dan membedakan perilaku yang mencerminkan harga diri dan perilaku yang tidak mencerminkan harga diri berdasarkan gambar dengan tepat.
c)    Metode Pembelajaran
1)                   Demonstrasi
Metode demonstrasi adalah pertunjukan / penampilan tingkah laku yang di contohkan agar dapat dipahami oleh peserta didik, baik secara nyata maupun secara tiruan. Dalam KD ini aplikasinya yaitu siswa diminta maju kedepan kelas kemudian siswa yang lain diminta mengamati temannya yang maju untuk dapat perilaku yang mencerminkan harga diri dan perilaku yang tidak mencerminkan harga diri. Metode ini sangat tepat untuk guru yang akan memulai mengenalkan materi pada siswa, dimana anak usia SD akan lebih memahami materi pembelajaran jika disajikan secara nyata( tidak abstrak).
2)                  Tanya Jawab
Metode tanya jawab merupakan suatu metode yang bertujuan untuk menarik perhatian siswa agar lebih terpusat kepada proses pembelajaran.Dengan adanya  metode ini, pemahaman siswa menjadi lebih mendalam. Apabila siswa kurang konsentrasi, guru dapat melontarkan pertanyaan sebagai salah satu upaya membangkitkan konsentrasi siswa.
Aplikasinya dalam pembelajaran KD ini yaitu setelah siswa mengamati demonstrasi yang telah dilakukan kemudian siswa diberikan pertanyaan-     pertanyaan yang sifatnya menggali pengetahuan siswa dan mengarahkan siswa pada fokus pembelajaran.
3)                  Penugasan
Metode pemberian tugas ini guru meminta siswa untuk mencari contoh gambar mengenai perilaku yang mencerminkan harga diri dan perilaku yang tidak mencerminkan harga diri dilingkungan rumah.
d)   Media Pembelajaran
          Media yang digunakan dalam KD ini adalah media visual berupa:
   
   B.  Analisis Standar Kompetensi 4. Memiliki kebanggan sebagai bangsa indonesia
1.    Kompetensi Dasar 4.1 Mengenal kekhasan bangsa indonesia, seperti kebhinekaan, kekayaan alam, keramahtamahan
Berdasarkan analisis SK dan KD diatas maka strategi, model, metode dan media pembelajaran yang tepat adalah sebagai berikut :
a)         Strategi Pembelajaran
Strategi yang digunakan dalam KD ini adalah heuristik yaitu berpusat pada siswa. Strategi ini menuntut siswa untuk aktif sehingga pembelajaran menekan pada keaktifan siswa. Guru disini sebagai fasilitator yang mendukung jalannya suatu pembelajaran dan memberikan motivasi serta memberi stimulus kepada siswa. Ditunjukan pada kegiatan mengamati gambar, siswa aktif berpendapat dan berpikir tentang apa yang terdapat pada gambar tersebut, sedangkan guru hanya membimbing.
b)         Model Pembelajaran
1)                  Examples non examples
Dalam model ini, guru menyiapkan gambar-gambar yang relevan dengan tujuan pembelajaran (Seperti gambar mengenai kekayaan alam indonesian dsb), kemudian siswa mengamati gambar tersebut dan memberikan tanggapannya mengenai gambar tersebut bisa dengan diskusi kelompok atau secara individu. Diharapkan siswa dapat memperoleh bayangan yang nyata mengenai materi yang diajarkan dan memusatkan pandangan siswa pada materi tersebut sehingga siswa mudah untuk memahami.
2)                  Make a-match (Mencari Pasangan)
Dalam model ini guru menyiapkan beberapa kartu yang berisi beberapa konsep atau topik yang cocok untuk sesi review, sebaliknya satu bagian kartu soal dan bagian lainnya kartu jawaban. Setiap siswa mendapat satu buah kartu kemudian  memikirkan jawaban/soal dari kartu yang dipegang.Setiap siswa mencari pasangan yang mempunyai kartu yang cocok dengan kartunya (soal jawaban). Setiap siswa yang dapat mencocokkan kartunya sebelum batas waktu diberi poin. Setelah satu babak kartu dikocok lagi agar tiap siswa mendapat kartu yang berbeda dari sebelumnya. Dari model tersebut diharapkan siswa dapat menguasai semua materi yang tergolong banyak tersebut tetapi siswa tidak bosan karena disajikan dengan permainan yang menyenangkan. Sehingga tujuan pembelajaran tetap dapat tercapai tetapi pembelajaran disajikan secara menyenangkan.
c)         Metode Pembelajaran
1)                  Diskusi
Diskusi yang dilakukan dalam kegiatan ini adalah diskusi secara global yang melibatkan semua siswa, dengan dibantu oleh guru dengan memberikan bimbingan dan dorongan berupa pancingan-pancingan pada siswa saat melakukan diskusi secara global saat mengamati gambar tentang kekayaan alam, kebinekaan, dan keramahtamahan. Siswa dibimbing untuk masuk ke materi.
2)                  Tanya Jawab
Setelah melakukan model Mencari pasangan, dengan bimbingan oleh guru siswa melakukan suatu tanya jawab tentang kekhasan bangsa indonesia yang berkaitan dengan kegiatan sebelumnya. Sehingga dapat lebih memahami materi setelah kegiatan mencari pasangan.
d)        Media Pembelajaran
Media yang digunakan dalam KD ini adalah media visual. Yaitu berupa:
1)                  Gambar (kebhinekaan, kekayaan alam, dan keramahtamahan).

2)                  Kartu yang berisi konsep/pertanyaan dan jawaban


e)         Penilaian

a)      Kognitif
Skor
Penilaian saat tanya jawab
5
Jawaban tepat
4
Jawaban mendekati jawaban tepat
3
Jawaban kurang tepat
2
Jawaban tidak tepat
1
Tidak menjawab
Nilai = Skor X 2





b)     Afektif
Nama Siswa
Aspek yang dinilai

Skor
Keberanian
Kerjasama
Keaktifan
Kekompakan


Kriteria Penilaian
5 = Sangat baik
4 = Baik
3 = Cukup baik
2 = Kurang baik
1 = Sangat kurang baik

Nilai = Skor x 5

c)      Psikomotorik
Nama
Siswa
Aspek yang dinilai

Jumlah
Percaya diri

Antusias

Ketepatan

Keberanian





Kriteria Penilaian
5 = Sangat baik
4 = Baik
3 = Cukup baik
2 = Kurang baik
1 = Sangat kurang baik

Nilai = Skor x 5

2.    Kompetensi Dasar 4.2 Menampilkan rasa bangga sebagai anak indonesia
Berdasarkan analisis SK dan KD diatas maka strategi, model, metode dan media pembelajaran yang tepat adalah sebagai berikut :
a)         Strategi Pembelajaran
Strategi yang digunakan dalam KD ini adalah heuristik yaitu berpusat pada siswa. Strategi ini menuntut siswa untuk aktif sehingga pembelajaran menekan pada keaktifan siswa. Guru disini sebagai fasilitator yang mendukung jalannya suatu pembelajaran dan memberikan motivasi serta memberi stimulus kepada siswa. Ditunjukan pada kegiatan bermain peran, disini siswa aktif untuk mengekspresikan dirinya dalam menampilkan kebanggaan sebagai anak Indonesia.
b)         Model Pembelajaran
Model yang digunakan dalam KD ini adalah Model Role Playing (Soiodrama).Metode sosiodrama (role playing) adalah suatu cara menyajikan bahan pelajaran dengan mendramasisasikan tingkah laku  Metode sosiodrama bertujuan untuk mempertunjukkan suatu perbuatan dari suatu pesan yang ingin disampaikan dari peristiwa yang pernah dilihat.
Dalam model ini siswa menampilkan suatu drama sosial yang skenarionya telah ditentukan sebelumnya oleh guru. Disini siswa menampilkan suatu drama yang menunjukan kebanggaannya sebagai anak indonesia, yang didalamnya terdapat pakaian adat/batik, tarian tradisional, musik tradisional dan lain sebagainya yang merupakan milik dari bangsa indonesia sendiri. Diharapkan akan memberikan kesan yang mendalam kepada siswa karena siswa mengalami atau memainkan sendiri ataupun mengamati sendiri drama sosial yang menunjukan rasa bangga terhadap bangsa indonesia. Sehingga akan tertanam dalam diri siswa rasa bangga sebagai anak indonesia.  
c)         Metode Pembelajaran
1)                  Ceramah
Sebelum dilaksanakannya sosiodrama, guru menjelaskan kompetensi yang dicapai siswa dan guru menjelaskan skenario yang akan dimainkan siswa pada model sosiodrama (Role Playing), Sehingga siswa mengerti alur ceritanya dan apa yang harus diperankan.
2)                  Tanya Jawab
Guru mengadakan tanya jawab setelah dilaksanakannya sosiodrama seputar cerita yang telah dibawakan oleh siswa dan pesan-pesan apa yang terkandung dalam sosiodrama tersebut.
d)        Media Pembelajaran
Media audio yang mendukung jalannya cerita berupa musik latar yang memperkuat jalannya cerita, musik pengiring untuk tarian milik bangsa indonesia dan Lagu milik bangsa indonesia (Seperti lagu rasa sayange dsb).
e)         Penilaian


Ø  Kognitif
Skor
Penilaian saat tanya jawab
5
Jawaban tepat
4
Jawaban mendekati jawaban tepat
3
Jawaban kurang tepat
2
Jawaban tidak tepat
1
Tidak menjawab
Nilai = Skor X 2

Ø  Afektif
Nama Siswa
Aspek yang dinilai

Skor
Keberanian
Kerjasama
Keaktifan
Kekompakan


Kriteria Penilaian
5 = Sangat baik
4 = Baik
3 = Cukup baik
2 = Kurang baik
1 = Sangat kurang baik

Nilai = Skor x 5

Ø  Psikomotorik
Nama
Siswa
Aspek yang dinilai

Jumlah
Percaya diri

Ekspresi

Suara

Lafal




Kriteria Penilaian
5 = Sangat baik
4 = Baik
3 = Cukup baik
2 = Kurang baik
1 = Sangat kurang baik
Nilai = Skor x 5





Referensi :